Jakarta – Keberlangsungan kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berada di pundak generasi muda. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas perairan lebih besar dari luas daratan memiliki kemampuan maritim yang perlu disadari dan dijaga oleh generasi muda kini dan mendatang. Menyadari hal tersebut, Menteri Susi beserta narasumber lainnya mengisi Talkshow dengan tema “Semangat Memperkuat Budaya Maritim Untuk Bela Negara Generasi Milenial”.

Talkshow berlangsung di Lobby Utama Universitas Sahid, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta, pada Selasa (9/4). Dalam acara talkshow yang digelar oleh Ikatan Alumni Lemhannas XVII ini dihadiri oleh berbagai narasumber meliputi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, DR. HC. Susi Pudjiastuti; Sesmenko Polhukam, Letnan Jenderal (Purn) TNI Agus Surya Bakti, M.Ikom; Komisaris Jenderal Pol. Drs. Suhardi Alius M.H.; dan Laksamana TNI Purn Ade Supandi, S.E., M.AP.

Dalam sambutan kunci yang disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, DR. HC. Susi Pudjiastuti, dikatakan budaya maritim perlu menjadi salah satu unsur bela negara. Generasi milenial menurutnya perlu menyadari kembali kemampuan dan potensi maritim Indonesia. Hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi generasi milenial untuk dapat lebih membela negara.

“Dalam 4 tahun terkahir ini neraca perdagangan ikan Indonesia menduduki nomor 1 dunia, dan lau kita ditakuti negara lain. Laut sebagai sumber daya terbarukan harus kita jaga, kita kawal pertahanannya dan ini bisa dimulai dengan penanaman bela negara di dalam diri. Kalau pemuda Indonesia berintegritas dan memiliki rasa bela negara, anak-anak bangsa tidak akan bisa dibeli,” ujar Menteri Susi.

Usai pemberian pidato kunci, acara dilanjutkan dengan sesi pendalaman materi dari para narasumber. Di hadapan 1000 peserta, Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Suhardi Alius, M.H. dalam kesempatan ini menyampaikan resonansi kebangsaan dan bahaya serta pencegahan paham radikalisme dan terorisme.

Mantan Sekretaris Lemhannas tersebut menyampaikan bela negara dalam aspek maritim diperlukan mengingat banyaknya ancaman negara yang melibatkan kelautan. Dalam hal ini Kepala BNPT mengingatkan perlunya penanaman konsep bela negara dalam generasi muda untuk menjamin keutuhan negara Indonesia di masa depan.

“Ancaman melalui laut itu jangan dianggap mudah, ada illegal fishing, human trafficking, penyelundupan narkoba, hingga kepulangan Foreign Terrorist Fighter (FTF) ke Indonesia. Ini yang sedang kita hadapi, mungkin saat ini kami-kami inilah yang sedang mengatasinya, namun di masa mendatang, 20-30 tahun lagi kalian generasi muda yang akan menghadapinya,” ujar Kepala BNPT.

Dalam menghadapinya, generasi muda diminta untuk dapat menyiapkan diri dalam menghadapi era kompetisi global. Menurut Komjen Pol. Suhardi Alius, salah satu bentuk bela negara yang penting diterapkan ialah etika bernegara yang patuh dengan hukum.

“Era kompetisi global yang sedang terjadi dan di masa mendatang harus diantisipasi. Hati-hati dengan penggunaan gadget, perlu bijak dan pertimbangan. Pengaruh dari acaman sosial budaya juga dapat dipengaruhi oleh itu dan dampaknya snagat berbahaya, Indonesia harus punya pendirian yang kuat, dan ini dimulai dengan bela negara dan nasionalisme,” ujar Komjen Pol. Suhardi Alius.

Talkshow yang dimoderatori Indra Bekti ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan para narasumber. Adapun sekitar 1000 peserta yang hadir berasal dari kalangan pelajar SMA dari berbagai sekolah, guru, mahasiswa, dan umum serta undangan.