Bogor – BNPT selaku stakeholder urusan penanggulangan terorisme yang memiliki pengetahuan dan informasi terkait terorisme terus berupaya untuk menyebarkan bahaya terorisme kepada masyarakat. Termasuk di antaranya ialah kalangan mahasiswa. Hari ini, BNPT menerima kunjungan ratusan mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN).

Kunjungan para mahasiswa disambut oleh Sekretaris Utama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M. Sebagai bagian kunjungan, Sestama BNPT memberikan paparan di hadapan mahasiswa Magister UNHAN.

Di hadapan 265 mahasiswa, mantan dosen fakultas teknologi pertahanan UNHAN tersebut pertama-tama menjelaskan BNPT terkait struktur, tupoksi dan peran BNPT. Kemudian Dr. A. Adang Supriyadi menjelaskan terkait kebijakan, strategi dan program yang telah sukses diselenggarakan BNPT serta yang sedang dilakukan saat ini seperti program Deradikalisasi dan Sinergisitas K/L.

Marsda TNI A. Adang Supriyadi mengingatkan para mahasiswa bahwa radikalisme dan terorisme nyata dan ada di sekeliling masyarakat bahkan lingkungan pendidikan. Hal ini dijelaskan ketika Sestama BNPT memaparkan definisi terorisme dan tahapan radikalisasi. Ia juga mengingatkan bahwa untuk melawan radikalisme dan terorisme dibutuhkan seluruh upaya dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Adik-adik mahasiswa UNHAN ini memahami ilmu pertahanan negara yang baik. Jadi mari kita lawan dan cegah terorisme dan radikalisme, aktiflah hasilkan karya dan asah kemampuan identifikasi gejala radikalisme dan terorisme di sekitar kalian,” ujar Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M.

Ia juga menjelaskan bahwa radikalisme tidak semuanya negatif, ada juga radikalisme yang sifatnya positif. Radikalisme negatif yang dimaksud ialah yang mengandung unsur anti NKRI, anti Pancasila, nilai-nilai takfiri dan intoleransi.

“Sementara radikal yang positif itu bisa kalian lakukan dengan mempelajari suatu masalah sampai ke akarnya, berikan saran dan solusi demi kepentingan membangun bangsa yang lebih baik,” ujar Sestama BNPT.

Usai paparan, UNHAN dan BNPT saling bertukar cinderamata dan melakukan sesi foto bersama dengan ratusan mahasiswa. Unhan secara akademik dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan secara fungsional dibina oleh Kementerian Pertahanan. Dari 265 mahasiswa yang melakukan kunjungan terdiri dari anggota TNI, POLRI, mahasiswa sipil, serta mahasiswa manca negara asal Afrika Selatan.