Jakarta – Infiltrasi dan paparan radikal terorisme tak dapat dipungkiri dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, di berbagai belahan dunia. Sebagai salah satu ancaman nasional, hal ini warga negara Indonesia khususnya pekerja migran tak terlepas dari ancaman hal tersebut. Berupaya menanggulangi kondisi tersebut, Kepala BNPT menerima kunjungan Chief of Mission International Organization for Migration (IOM) Indonesia dalam sebuah pertemuan.

Bertempat di salah satu Gedung Kementerian di Jakarta, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. didampingi oleh Deputi Kerja Sama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto menerima kunjungan Chief of Mission Indonesia Mr. Louis Paul Hoffman pada Selasa siang (22/10).

Dalam kunjungan ini isu seputar migran Indonesia khususnya pekerja migran di luar negeri menjadi pembahasan. Hal ini dikarenakan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri perlu mendapat perhatian khusus dalam hal perlindungan dari paparan dan infiltrasi radikal terorisme. Setidaknya demikian dikatakan Suhardi Alius usai pertemuan.

“Selain pekerja migran yang didiskusikan, pengungsi juga menjadi isu tersendiri. Dalam hal ini kami membahas latar belakang masalah dan melihat proses reintegrasi. Karena ada juga pekerja migran kita yang terpapar, dan ini membutuhkan langkah kongkrit,” ujar Kepala BNPT.

Hoffman selaku Ketua IOM menyampaikan kunjungan perkenalan dengan pimpinan Kepala BNPT menunjukkan adanya kesamaaan dalam hal keamanan. Ia menyampaikan BNPT sebagai salah satu mitra kerja United Nations (UN) memiliki prioritas yang sama perihal keamanan, dalam hal ini meliputi pekerja migran. Kerja sama yang lebih lanjut juga diharapkan dapat terjalin dengan baik di masa mendatang guna keserasian langkah di sektor keamanan pekerja migran.

“Semoga kerja sama bisa berlanjut, dalam langkah keamanan isu keamanan pekerja migran di luar negeri penting untuk diperhatikan, semoga kami bisa memberikan dukungan dalam program pemerintah Indonesia. Ada upaya luar biasa dari Indonesia dalam hal perlindungan migran dan didiskusikan pula langkah yang baik dari awal mereka bisa bekerja hingga pulang dengan aman sehingga kondisi pekerja tetap terjaga,” ujar Hoffman.