Majene – Demi mencegah infiltrasi paham radikal terorisme di kalangan pelajar, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan pembekalan di Aula Masjid Agung Ilaikal Masir Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Kamis pagi (29/8). Pembekalan ini merupakan bagian dari pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene 2019/2020.

Mengusung tema “Mewaspadai Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Era Demokrasi dan Globalisasi”, Kepala Subdirektorat Pengamanan Lingkungan BNPT, Kolonel Czi Rahmad Suhendro selaku narasumber memberikan pembekalan di hadapan 1031 mahasiswa baru Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Dakwah, dan Ushuluddin STAIN Majene.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmad Suhendro memberikan materi kebangsaan kepada peserta PBAK. Generasi milenial menjadi korban isu intoleransi dan hoax yang merupakan akar paham radikal terorisme. Isu-isu tersebut pun berhembus semakin kencang di era globalisasi.

Mengingat paham radikal terorisme menjadi bahaya laten yang mengancam keutuhan bangsa dan negara, Rahmad Suhendro melalui paparannya mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen penggerak perdamaian dengan semangat Pancasila, serta mampu menggunakan teknologi dengan bijak dan kritis.

Tidak hanya berbagi wawasan kebangsaan saja, Rahmad Suhendro juga memotivasi mahasiswa baru STAIN Majene untuk pantang menyerah serta bertekad kuat untuk menyelesaikan studi dengan predikat yang memuaskan.

Meski dalam keterbatasan, mahasiswa harus mampu bersaing dan memberikan yang terbaik agar dapat menjadi teladan dan memberikan kontribusi bagi Indonesia.