Bogor – Sebagai Lembaga Negara yang dibekali anggaran untuk mewujudkan program-program penanggulangan terorisme, tata kelola keuangan BNPT dituntut agar senantiasa tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Mewujudkan hal tersebut, Bagian Keuangan BNPT menggelar Rapat Kerja Pengelola Keuangan Tahun Anggaran 2019.

Bertempat di Hotel Neo Savana Sentul, Bogor, Raker Pengelola Keuangan digelar selama dua hari pada 30-31 Juli 2019. Dalam dua hari tersebut dihadiri 79 peserta yang terdiri dari Pejabat Pengelola Keuangan BNPT, Kepala Bagian dan Kepala Subbagian Tata Usaha Kedeputian, Pengelola Keuangan Unit Eselon III, Bendahara dan Verifikator BNPT.

Sestama BNPT, Marsda TNI. Dr. A. Adang Supriyadi yang membuka Raker menyatakan dalam sambutannya agar kegiatan ini dapat mewujudkan pengelolaan yang efektif dan efisien. Pengelolaan yang pelan-pelan telah terbangun secara digital tersebut agar tetap berada dalam koridor ketentuan sehingga dapat mendukung optimalisasi kinerja BNPT.

“Ini juga untuk menyamakan persepsi atas berbagai isu dan permasalahan dalam hal pengelolaan keuangan. Dari kegiatan ini pengetahuan kalian akan meningkat sebagai pengelola keuangan atas regulasi-regulasi yang sudah ada dan yang baru,” ujar Sestama BNPT.

Dalam kegiatan ini para peserta pengelola keuangan menerima informasi dan paparan baru dari berbagai narasumber. Beberapa di antaranya ialah Sosialisasi dan Mekanisme penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP), Sosialisasi Pajak dan Pembayarannya, Mekanisme Pengajuan dan Pertanggungjawaban Keuangan, serta pengenalan aplikasi berbasis website Sistem Informasi Perjalanan Dinas (SIPERDIS).

Rapat Kerja juga mengundang berbagai narasumber yang berkaitan erat dengan tata kelola keuangan. Di antaranya, ialah Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Wilayah VI Jakarta, Wahyu Priantoro yang menyampaikan sosialisasi KPP. Narasumber lainnya diundang dari KPP Pratama Cileungsi Bogor dan Pihak Travel yang menyampaikan terkait pemesanan tiket pesawat.

Kepala KPPN Wilayah VI Jakarta, Wahyu Priantoro mengapresiasi pelaksanaan rapat kerja pengelola keuangan BNPT. Ia mengatakan tata cara pelaksanaan keuangan BNPT yang modern agar dapat memudahkan BNPT dalam menyerap pengetahuan dan perkembangan pengelolaan keuangan terbaru.

“Meskipun usia BNPT masih muda, kinerjanya meningkat dengan bagus. Dan dari sisi pertanggungjawaban juga konsisten mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), kualitasi ini perlu dijaga.”

Pada hari Kedua, para peserta diajarkan praktik terhadap paparan dan panduan yang telah diberikan di hari sebelumnya. Praktik yang dilakukan meliputi mekanisme pemesanan tiket dan mekanisme pengelolaan dana tiket.