Semarang – Generasi muda yang rentan terpapar paham radikal perlu dilindungi oleh lingkungan sekitarnya. Penyebabnya, kelompok radikal dan teroris menjadikan generasi muda termasuk kelompok berpendidikan sebagai sasaran empuk infiltrasi paham-paham yang menyimpang. Menyadari bahaya tersebut, Kepala BNPT (turut serta)memberikan pembekalan pada ‘Sosialisasi Penguatan Perguruan Tinggi swasta (PTS) dalam Menangkal Radikalisme di Jawa Tengah’.

Bertempat di Graha Kebangsaan, Kampus Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG), Semarang, Jawa Tengah, sosialisasi berlangsung pada Jumat (10/7) pagi. Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. memberikan paparan di hadapan peserta yang terdiri dari ratusan pimpinan PTS di Wilayah VI Jawa Tengah, serta pegawai rektorat, dekanat dan yayasan UNTAG. Dalam kegiatan sosialisasi hasil kerja sama antara Lembaga Layanan Dikti (LL Dikti) Wilayah – VI Jawa Tengah dan UNTAG, Kepala BNPT mengangkat tema ‘Sosialisasi Pendidikan Anti Radikalisme’. Di dampingi oleh Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ir. Hamli, paparan juga disaksikan oleh Rektor UNTAG, Ketua LL Dikti, Gubernur Jawa Tengah, Kapolda Jawa Tengah serta Sekda Jawa Tengah.

Mengawali Sosialisasi, Rektor UNTAG Dr. Drs. H. Suparno, MSi berterima kasih serta menyampaikan apresiasi atas usaha dan upaya BNPT dalam menanggulangi terorisme di Indonesia. Dalam sambutan selanjutnya oleh Kepala LL Dikti Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. DYP Sugiharto, M.Pd. Kons berharap para peserta sosialisasi yang terdiri dari pimpinan PTS dapat menyerap ilmu dan menerapkannya dalam kampus masing-masing. Menurutnya, pendidikan tinggi harus waspada dan berpartisipasi dalam menghadapi radikalisme dan paham menyimpang lainnya yang merupakan masalah bangsa.

Dalam paparannya, Kepala BNPT mengingatkan kembali kerentanan generasi muda dalam tantangan radikalisme dan terorisme. Radikalisme yang dimaksud bersifat negatif, seperti intoleransi, penolakan akan nilai Pancasila, anti NKRI, serta nilai-nilai takfiri. Selain sebagai target infiltrasi dan rekrutmen kelompok radikal, generasi muda tak terkecuali yang berpendidikan memiliki ketergantungan tinggi terhadap gadget dan perkembangan teknologi informasi. Kedua hal tersebut dimanfaatkan oleh kelompok radikal dalam menyebarkan pahamnya, terlebih saat ini dunia sedang menghadapi gelombang terorisme baru.

“Radikalisme dan terorisme aliran baru itu menggunakan metode komunikasi terbaru dan memanfaatkan teknologi, jadi pembekalan mereka dalam berselancar, kebijakan dalam berseluncur di internet perlu dimatangkan,” ujar Kepala BNPT.

Komjen Pol. Suhardi Alius juga mengingatkan bahwa infiltrasi di tengah kalangan mahasiswa nyata terjadi, bahkan menyelusup hingga ke tenaga pendidik, aparatur sipil dan lainnya. Mengingat ancaman infiltrasi tersebut secara aktual terjadi di tengah-tengah kalangan pelajar, Kepala BNPT menyampaikan bagaimana modus-modus infiltrasi serta pola penanganan dan pencegahan masuknya infiltrasi di tengah lingkungan perguruan tinggi.

“Setiap tahun ada kerawanan, misalnya pada penerimaan mahasiswa baru. Di mana para pelajar masih ‘polos’ dan belum sempurna menyesuaikan diri di lingkungan baru. Yang seperti ini dimanfaatkan oleh kelompok menyimpang, jadi jangan anggap enteng dan teruslah waspadai, dan monitor pergerakan mahasiswa-mahasiswi,” ujar mantan Sestama Lemhannas tersebut.

Ditemui usai acara, Kepala BNPT berharap para peserta dan tamu undangan seperti Gubernur Jawa Tengah dan Kapolda Jawa Tengah dapat memahami masalah radikalisme yang terjadi di tengah mahasiswa. Kepada para peserta, Drs. Suhardi Alius berkeinginan agar sosialisasi dapat dimanfaatkan dan tembus dalam bentuk kebijakan. Karena, meski sedikit saja radikalisme tidak bisa disepelekan mengingat pengaruhnya yang sifatnya berkelanjutan.

“BNPT tidak akan masuk ke dalam perguruan tinggi, melainkan sosialisasi modus dan treatment yang hari ini dijelaskan diharapkan oleh para pengelola perguruan tinggi dapat melahirkan kebijakan pola penanganan dan pencegahannya. Kalau ada kesulitan kita akan berikan asistensi. Supaya anak didik dapat menjadi belajar dengan tenang dan menjadi generasi penerus yang luar biasa,” ujar Kepala BNPT.