Jakarta – Untuk skala kegiatan di tingkat internasional, idealnya dapat terselenggara dengan aman dari berbagai ancaman, utamanya dari ancaman terorisme dan radikalisme. Acara Asian Games ke XVIII Tahun 2018 yang akan dilaksanakan pada waktu dekat membutuhkan antisipasi pengamanan anti terror. BNPT sebagai salah satu badan yang memegang kendali dalam penanggulangan terorisme dan radikalisme, melakukan kunjungan kerja ke Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) untuk memberikan paparan lebih lanjut.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung di Wisma Serba Guna Senayan, Kantor INASGOC Pusat, Jakarta Pusat pada Senin (2/4) pagi. Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. didampingi oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Brigjen. Pol. Drs. Budiono Sandi, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional,  Irjen. Pol. Drs. Hamidin, serta jajaran pejabat Eselon II BNPT lainnya.

Erick Tohir selaku Presiden INASGOC menyambut kedatangan Kepala BNPT beserta jajaran dengan hangat. Ia mengaku berterimakasih atas kehadiran dan kerja sama yang baik antara BNPT dan INASGOC dalam upaya menyelenggarakan Asian Games ke XVIII Tahun 2018 yang aman dan damai. Menurutnya, kelancaran Asian Games ke XVIII 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang penting untuk memberikan impresi Indonesia yang baik di mata dunia.

“Kunjungan kerja antara BNPT dengan INASGOC ini penting. Penjelasan dan perundingan terkait Asian Games antara kedua pihak nantinya tidak akan hanya menjadi wacana melainkan tindakan sebagai bentuk sinergi demi memberikan impresi Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games yang baik,” ujar Presiden INASGOC tersebut.

Paparan Kepala BNPT mengenai informasi antisipasi penanggulangan terorisme dan ancaman lainnya menghasilkan diskusi antara dua belah pihak. Selain menggunakan keahlian khas BNPT, Drs. Suhardi Alius, M.H. juga memaparkan hasil studi banding BNPT terhadap pelaksanaan Asian Games Incheon 2014 dan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018. Lebih lanjut mantan Kabareskrim Polri tersebut menjelaskan peningkatan kewaspadaan dan status ancaman kegiatan sesuai dengan tingkat keadaan.

“Antisipasi dan pendalaman beberapa aspek yang perlu diperhatikan harus kita sadari betul kepentingannya. Di sini kita harus mengedepankan pencegahan yang didukung dengan deteksi dini suatu ancaman. Ini acara besar yang rentan berpotensi ancaman, selain ancaman dunia nyata, ancaman dunia maya juga mungkin saja terjadi,” tegas Kepala BNPT.

Usai paparan dan diskusi Kepala BNPT dan jajaran BNPT diajak untuk meninjau Monitoring Operation Center (MOC) milik INASGOC. Presiden INASGOC kemudian mengenalkan maskot-maskot Asian Games 2018, yaitu ‘Bhin-bhin’, ‘Atung’, dan ‘Kaka’ kepada Kepala BNPT.

Ditemui usai kegiatan, Kepala BNPT berharap sinergi yang terjalin antara BNPT dan INAGOC dapat memperlancar penyelenggaraan Asian Games 2018. Khususnya dalam bidang antisipasi event multi-sports terbesar kedua di dunia ini agar terhindar dari sasaran aksi kejahatan seperti terorisme.