Jakarta – Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. diundang menjadi pembicara pada acara Bedah Buku di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN), Jakarta (26/03). Acara dihadiri oleh Sekretaris Utama LAN, Sri Hadiati Woro Kustriani, S.H., MBA, Ketua STIA LAN, Dr. Makhdum Priyatno, M.A., para mahasiswa serta pejabat struktural maupun fungsional LAN lainnya.

Acara bedah buku kali ini turut mengundang akademisi sebagai pembedah yaitu Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc., Guru besar FISIP Universitas Indonesia dan Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Guru Besar Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah. Sementara itu, acara dimoderatori oleh Dr. Ridwan Rajab, M.Si., Ketua Prodi Administrasi Pembangunan Negara Program Sarjana Terapan STIA LAN.

Buku berjudul “Resonansi Kebangsaan: Membangkitkan Nasionalisme dan Keteladanan” karya Suhardi Alius yang dibahas dalam kesempatan kali ini merupakan judul kedua dari keseluruhan empat seri buku ‘Catatan Suhardi Alius’ yang telah diluncurkan pada 14 Februari 2019 yang lalu. Buku ini dipandang tepat untuk menjadi bahan referensi, khususnya dalam upaya mendukung semangat bersama merawat nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme di tengah derasnya arus globalisasi.

Sekretaris Utama LAN membuka acara bedah buku dengan memberikan sambutan. “Kita sedang mengalami degradasi rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan, apalagi menjelang pesta demokrasi, terasa sekali bagaimana kita diombang-ambing dengan informasi yang sangat cepat hitungannya tidak hitungan hari atau jam tapi sudah hitungan detik. Begitu kita buka medsos rasanya semakin terlihat perpecahan dalam informasi yang menjadi menu yang harus kita hadapi sehari-hari.” ujar Sekretaris Utama LAN.

Dalam pembahasannya, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menyampaikan bahwa buku ini adalah autokritik terhadap kondisi negara. Buku ini merupakan wujud keresahannya memandang kondisi bangsa saat ini ketika generasi muda banyak melupakan sejarah sehingga karakter bangsa menjadi hilang. Derasnya arus globalisasi bak mengikis nasionalisme dan nilai budaya bangsa. Krisis keteladanan dalam etika politik yang menjadi sorotan publik mengantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang permisif, tidak punya rasa malu, dan berangsur-angsur kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat.

“Buku ini merupakan ekspresi kecintaan, keprihatinan terhadap bangsa yang dilihat dari mata seorang pemimpin. Di dalam buku ini ada agenda action yang mendorong suara moral dan tanggung jawab kita, sehingga harus kita pahami dengan hati dan punya komitmen untuk meneruskan keteladanan dan kepemimpinannya,” ujar Prof. Dr. Komaruddin Hidayat sebagai salah satu pembedah. Selanjutnya saat membahas fenomena yang terjadi saat ini, disampaikan bahwa ada indikasi munculnya kekuatan anti demokrasi yang memanfaatkan panggung dan ruang demokrasi, hal ini terjadi karena pengaruh atau ekspansi globalisasi.

Selanjutnya, Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc., selaku pembedah kedua menekankan bahwa  dalam menghadapi nilai-nilai kebangsaan yang mulai luntur, toleransi saja tidak cukup dalam menjalani kehidupan berbangsa dan negara melainkan harus mengutamakan solidaritas apalagi sebagai bangsa yang majemuk. Tidak hanya toleransi atau menahan diri, namun mengeluarkan kepedulian yang lebih besar untuk memahami dan menyayangi orang disekitar kita yang berbeda. 

Ditemui setelah acara usai, Ketua STIA LAN, Dr. Makhdum Priyatno, M.A. memberikan apresiasi kepada Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., “Kami akhirnya memilih tema resonansi kebangsaan untuk dibedah dari sekian banyak judul buku yang menjadi pilihan. Dari judulnya saja semua orang sudah sangat curious tentang isinya. Namun setelah kita dengarkan paparan beliau, ternyata paparannya lebih fenomenal dan impresif sampai audiens pun terkesima. Berbagai potensi interupsi terhadap nilai kebangsaan telah di antisipasi beliau, termasuk memberikan strategi menghadapinya, sehingga sebagai sebuah pemahaman yang aplikatif, ini menjadi sangat komprehensif sesuai dengan payung akademik STIA LAN”

Mengakhiri kegiatan kali ini Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menyampaikan harapan kepada peserta bedah buku khususnya mahasiswa STIA LAN, “Merekalah Aparatur Sipil Negara yang akan mengawaki dan mengawal pengelolaan negara. Mereka perlu dibekali dengan paham yang benar. Dengan kemajuan informasi dan teknologi digital terjadi reduksi kebangsaan yang sangat luar biasa. Potret itu telah saya tulis dalam catatan resonansi kebangsaan beserta treatment maupun solusinya. Keteladanan kebangsaan menjadi pilar menghadapi era kompetisi global sehingga diharapkan para ASN dapat berperan membangun kewaspadaan dan punya resilience atau daya tahan terhadap perubahan”.