Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di tahun 2019, kian meningkatkan komitmen untuk menanggulangi pemberantasan terorisme dengan melakukan perbaikan dan pencegahan terorisme dari hulu hingga hilir. Untuk mewujudkan hal tersebut, sejak tahun 2017 BNPT melakukan kegiatan sinergisitas dengan puluhan Kementerian dan Lembaga untuk memerangi Terorisme, dengan strategi dan sasaran yang sudah dibuat.

Bersama Satuan Tugas ( Satgas ) Daerah, dan Satgas Kementerian dan Lembaga (K/L), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Sinergitas Antarkementerian/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme di 3 Wilayah Provinsi di Indonesia yakni Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur Tahun 2019. Rapat yang diselenggarakan di Java Ballroom Hotel Millenium Jakarta, dihadiri oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, dan Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas, Bangbang Surono, A.k., M.M.

Seluruh Satgas Daerah maupun Satgas Kementerian/Lembaga (K/L) memaparkan hasil Kinerja dan Hambatan Realisasi Rencana Aksi Kegiatan Sinergisitas tahun 2019. Dari hasil paparan, masih ada hambatan yang ditemukan Satgas di lapangan. Seperti halnya perbaikan administrasi oleh Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah terkait keberlanjutan program, serta penambahan susunan Satgas di daerah.

“Kegiatan ini dilakukan untuk melihat apakah pelaksanaan sinergisitas di tahun 2019 ini telah berjalan sesuai dengan standar yang kita tentukan kemudian, juga untuk mengevaluasi barangkali selama 9 bulan ini, ke depan di bulan Oktober/November masih ada hal-hal yang perlu kita sempurnakan berdasarkan beberapa masukan dari kementerian lembaga anggota satgas dan unsur kementerian lembaga, bahwa ada beberapa hal yang perlu kita sempurnakan sehingga rencana aksi yang sudah dapat disusun,” ujar Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT, Bangbang Surono, A.k., M.M.

Tidak hanya itu, dalam Rapat Evaluasi Sinergisitas seluruh peserta meminta penambahan wilayah-wilayah Satgas, yang dinilai bisa mempercepat realisasi program Sinergisitas di daerah kabupaten, maupun kota. Menanggapi masukan tersebut, Bangbang Surono, A.k., M.M. menyambut dengan baik, namun masih diperlukan evaluasi yang mendalam terkait permasalahan di wilayah satgas. Hal ini terkait apakah memungkinkan bisa menambah anggota, atau bisa diperbaiki perihal Sumber Daya Manusia yang sudah ada.

“Pada prinsipnya, kami di BNPT selaku koordinator tidak ada masalah, yang penting penambahan unsur anggota harus bisa menambah daya kinerja yang lebih baik, atau kita perlu tingkatkan kinerja yang sudah ada dari anggota yang sudah ada. Nanti kita lihat masukan-masukan tadi kalau memang dengan penambahan anggota bisa menambah kinerja, kita apresiasi. Tetapi, kalau penambahan tersebut juga tidak mengubah kinerja kita ya percuma. Kalau saya pikir dari anggota satgas yang ada sudah cukup, hanya tinggal dioptimalkan koordinasi dan pengawasan di lapangan,” tambah Karoren BNPT Bangbang Surono, A.k., M.M.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NTB, Drs. H.L. Syafi’i, M.M. yang hadir dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Sinergisitas menyampaikan hasil pelaksanaan penanggulangan Terosisme dan Radikalisme di Wilayah Nusa Tenggara Barat, sudah berjalan optimal. Demi penuntasan program Sinergisitas di Tahun 2020 mendatang, diperlukan koordinasi yang optimal agar realisasi dari aksi Sinergisitas dapat mencapai tujuan.

“Bagi kami rapat koordinasi dan rapat evaluasi sinergisitas Kementerian/Lembaga tahun 2019 ini adalah kita bisa mengetahui kendala-kendala apa dan masukan saran dari daerah tentang perbaikan langkah-langkah yang strategis dan penyempurnaan di tahun 2020 bahwa koordinasi masih perlu ditingkatkan yaitu dengan melibatkan pemerintah daerah kabupaten misalnya di skt sinergitas ini tidak masuk di Kesbangpol kabupaten sehingga susah kita berkoordinasi sekarang sedang kita usulkan untuk dimasukka,” ujar Drs. HL Syafi’i, M.M., Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) NBT.

Sebagai salah satu wilayah yang menjalankan kegiatan Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga dan Wilayah, Perwakilan wilayah Jawa Timur berharap program ini terus dilakukan guna meminimalisir angka radikalisme dan terorisme di Indonesia.

“Harapannya semoga kegiatan ini masih bisa berjalan dan semoga di tempat kami yang belum terlaksana bisa dipenuhi,” ujar Slamet Riyadi selaku Fungsional Madya Bappeda Provinsi Jawa Timur.

Sebelum Rapat Evaluasi Sinergisitas ditutup, Sestama BNPT, Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi memaparkan sedikit fungsi dan tugas BNPT, serta pemahaman terkait Radikalisasi dan Terorisme kepada Seluruh Satgas yang hadir.