Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., didampingi Inspektur BNPT, Dr. Amrizal, M.M., menghadiri acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas 20 Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) tahun 2017 pada Rabu (6/6/2018) pagi di Auditorium Pusdiklat BPK RI, Jakarta.

Penyerahan LHP dilakukan oleh Anggota BPK AKN I, Dr. Agung Firman Sampurna kepada 20 Kementerian/Lembaga, diantaranya Kemenkopolhukam, BNPT, BIN, Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, dan lain-lain. Hasil pemeriksaan atas LKKL, BPK mengapresiasi Kemenkopolhukam, BNPT, dan BIN yang secara tuntas menindaklanjuti temuan BPK selama pemeriksaan berlangsung.

“Yang membanggakan 3 dari 7 sudah menindaklanjuti 100% yaitu Kemenkopolhukam, BNPT dan BIN. Hal ini menunjukan konsistensi dalam kepemimpinan yang sangat baik setiap hasil rekomendasi penemuan dan hasil pemeriksaan BPK, ” ujar Dr. Agung Firman Sampurna dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini seluruh Pimpinan BPK mengucapkan selamat atas kerja keras yang dilakukan dalam pengelolaan keuangan negara oleh kementerian/lembaga yang tahun ini telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan mengingatkan untuk selalu bekerja keras sehingga dapat bertahan di tahun-tahun mendatang.

“Dengan memperoleh opini WTP sekarang bukan jaminan di tahun yang akan datang mendapat opini yang sama. Oleh karena itu setiap kementerian/lembaga agar terus meningkatkan integritas pengelolaan keuangan yang lebih baik, berkualitas, dan kompeten, “kata Anggota BPK I.

Sementara itu dalam sambutannya Ia mengatakan hasil pemeriksaan atas LKKL tersebut mengungkapkan setidaknya ada 30 temuan yang signifikan yang disebabkan lemahnya Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan. BPK berharap agar kementrian/lembaga dapat menindaklanjuti rekomendasi sesuai ketentuan berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPT menegaskan bahwa BNPT memperoleh opini WTP yang ke-5 kalinya bukanlah hal yang mudah diraih, tetapi justru dalam hal mempertahankannya itu yang sulit. BNPT akan terus berusaha dan tidak cepat merasa puas atas pencapaian tersebut.

 

“Tantangan ke depan makin banyak, oleh sebab itu akuntabilitas kegiatan harus dilaksanakan dengan baik. Mudah-mudahan kita bisa mempertahannya. Jangan lupa untuk belajar apa yang bisa kita lengkapi,” ucap Suhardi Alius.