Bogor – Usai memberikan sosialisasi di hadapan Direktur Utama Perusahaan BUMN pada 10 Maret 2019 lalu di Bandung, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. kembali memberikan sosialisasi kepada keluarga besar BUMN. Dalam kesempatan ini sosialisasi pencegahan paham radikalisme dan terorisme dipaparkan kepada Direktur Human Capital Perusahaan BUMN dalam acara BUMN Great Leaders Camp.

Sosialisasi dilaksanakan di Wikasatrian, Megamendung, Bogor pada Selasa (26/03) pagi. Kegiatan dihadiri oleh 153 peserta yang terdiri dari Direktur perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN. Materi wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme yang juga menjadi bagian sosialisasi diberikan dalam kegiatan Program Membangun Bangsa melalui Penguatan Sinergi dan Soliditas BUMN ini.

Membuka kegiatan, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis BUMN, Hambra, M.H. memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya ia mengapresiasi kehadiran Kepala BNPT untuk memberikan sosialisasi. Hal ini menurutnya merupakan arahan dari Menteri BUMN, Rini Soemarno.

“Sangat penting dalam berbangsa dan bernegara kita memahami keberadaan dan perkembangan paham radikalisme dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi nasional. Dari sosialisasi sebelumnya kepada pimpinan BUMN, Ibu Menteri minta agar direktur human capital juga menerima sosialisasi ini. Mohon agar memberikan perhatian,” ujar Deputi.

Di depan 153 Human Capital Management dari berbagai BUMN, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. mengawali pemaparannya dengan menjelaskan permasalahan kebangsaan yang terjadi. Salah satu masalah yang dihadapi yaitu tergerusnya nilai-nilai nasionalisme seiring dengan majunya perkembangan teknologi informasi digital.

Selanjutnya, Suhardi Alius menyampaikan pentingnya kontribusi BUMN untuk negeri. Kehadiran BUMN yang bergerak di berbagai sektor menjadi wadah untuk menyerap tenaga kerja. Penyerapan tenaga kerja ini kemudian diharapkan dapat membawa kesejahteraan karena paham radikalisme mudah diserap oleh siapa saja tanpa melihat status sosial maupun ekonomi. Human Capital merupakan fungsi yang bertugas dalam mengelola SDM di dalam perusahaan. Suhardi Alius mengatakan bahwa Human Capital memegang peran penting dalam perusahaan, terutama dalam pengolaan mental karyawannya.

“Human Capital Management ini memainkan peran yang sangat signifikan. CEO dapat dikatakan sebagai jabatan politik, tapi yang membuat organisasi itu hidup adalah karena bagian SDM-nya,” papar Kepala BNPT.

Penyusupan paham radikalisme melalui SDM rentan terjadi di dalam perusahaan sehingga sistem recruitment dan pengelolaan SDM sangat penting untuk dikembangkan. Dalam hal ini, wawasan kebangsaan menjadi vital untuk ditanamkan oleh tiap pribadi pegawai maupun calon pegawai.

Suhardi Alius memberikan pemaparan terkait radikalisme dan terorisme yang terjadi di Indonesia. Kepala BNPT juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat sejumlah anak-anak dan perempuan yang terlibat dalam pelatihan militer di luar negeri.

“Kita berhadapan dengan ideologi yang sangat keras dan hal tersebut sudah terjadi di Indonesia,” ucap Suhardi Alius.

Mantan Kabareskrim Polri tersebut melanjutkan bahwa ideologi yang keras itu sudah menyelinap ke masyarakat, ke Lembaga Pendidikan, termasuk ke BUMN. Oleh karena itu, peran Human Capital dalam perusahaan memegang andil yang besar agar paham-paham yang menyimpang tersebut tidak berkembang di lingkungan BUMN.

Sosialisasi di akhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dengan Kepala BNPT. Usai sesi tanya jawab, Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis memberikan cinderamata kepada Kepala BNPT.

Ditemui di akhir acara, Kepala BNPT menaruh harapan kepada pimpinan sumber daya manusia (SDM) BUMN. Menurutnya, di era globalisasi ini seluruh pihak berpotensi terpapar radikal terorisme, tak terkecuali BUMN. Mantan Sestama Lemhannas ini berharap agar direktur SDM BUMN dapat mengantisipasi infiltrasi.

“Pemahaman utuh yang diberikan ini diharapkan dapat membantu direktur SDM bisa melakukan langkah strategis. Perlu dilakukan verifikasi dalam hal kompetensi dan ideologi. Dengan 2 juta pegawai BUMN, tentunya akan lebih baik apabila ada rasa kewaspadaan terhadap ancaman,” ujar Kepala BNPT.

Ucapan tersebut disetujui oleh Deputi Bidang Infrastruktur dan Bisnis. Menurutnya, selain untuk melindungi BUMN, sosialisasi ini juga mempersiapkan karyawan BUMN agar dapat menjadi bagian dari penanggulangan radikal terorisme berskala penjuru negeri.

Kegiatan Human Capital Management (HCM) Great Leaders BUMN tersebut berlangsung selama 2 hari. Selain mengundang Kepala BNPT, kegiatan selanjutnya turut menghadirkan Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menko Polhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto serta Ketua KPK, Agus Rahardjo.