Bandung – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif dalam penyelenggaraan tahapan Pileg dan Pilpres tahun 2019, Polda Jawa Barat mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H, sebagai narasumber untuk memberikan sosialisasi bahaya radikalisme dan terorisme.

Bertempat di Aula Muryono, Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Kepala BNPT memberikan paparan di hadapan para Kapolres/Kapolrestabes, PJU, Kanit Opsnal Dit reskrimum dan Dit Intelkam, para Kasat Reskrim dan Kasat Intelkam, Forkominda Prov. Jabar, Dandim, Kajari, serta Ketua PN Kab/Kota pada Rabu (12/9/2018).

Mengawali paparannya Kepala BNPT memberikan pengarahan terkait wawasan kebangsaan, profesionalisme dan jiwa kepemimpinan yang harus dimiliki para pemimpin serta aparat hukum dan keamanan.

“Profesionalisme itu kuncinya ada 2 yaitu skill dan knowledge, tapi akhlak juga jangan lupa dipakai. Pemimpin yang tak memiliki akhlak rentan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, “ujar Suhardi Alius.

Alumni Akpol 1985 menegaskan untuk para peserta yang sebagian besar aparat hukum dan keamanan harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi jabatannya secara amanah.

Lebih lanjut, mantan Kapolda Jawa Barat menjelaskan terkait perkembangan terorisme di Indonesia, Beliau memberikan penjelasan terkait perbedaan jaringan Al Qaeda dan ISIS serta memutar video pengakuan pelaku bom JW Marriot.

“Jaringan Al Qaeda sasarannya mengarah kepada Amerika dan sekutunya, namun berbeda dengan ISIS yang bisa mengarah siapa saja dan kalangan mana pun, kini ISIS yang tengah mengancam negeri ini, “ucap Kepala BNPT.

Menurut Suhardi Alius, sosialisasi terkait bahaya radikalisme dan terorisme ini sangat penting dilakukan di Indonesia karena kini masyarakat rentan terpapar radikalisme yangi sasarannya anak muda dan perempuan.

“Setiap provinsi menjadi atensi kita karena beberapa cluster dari hard core, militan, dan suporter selalu berpotensi ada di mana pun. Sehingga kita mampu memberikan pemahaman bagaimana mengidentifikasi bahaya radikalisme dan terorisme yang berada di sekeliling kita” kata Kepala BNPT.

Mantan sestama Lemhannas RI berharap dengan diberikan pemahaman terkait radikalisme dan terorisme terhadap seluruh peserta bisa menjadi satu visi dan persepsi untuk melakukan pencegahan maupun penindakan secara profesional dalam rangka penanggulangan terorisme.

“Kita apresiasi  terhadap Kapolda Jawa Barat karena dengan mengundang kami untuk memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme dan terorisme, sehingga para stakeholder di Jawa Barat bisa bekerja sama dalam mencegah dan menanggulangi terorisme “tutup Kepala BNPT”.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si. mengatakan dengan mengundang kepala BNPT untuk memberikan pengarahan tentang bahaya radikalisme dan terorisme diharapkan potensi bahaya radikalisme yang berada di sekeliling kita dapat segera di deteksi dan segera disinergikan penanggulangannya dengan semua stakeholder yang ada di Jawa Barat.

“Dengan penjelasan pencegahan radikalisme dan terorisme oleh Kepala BNPT semoga bisa berdampak positif serta bisa kita sinergikan penanggulangannya dengan semua stekholder di Jawa Barat, “ujar Kapolda Jabar .