Jakarta – Sebagai pemuda yang hidup mengisi kemerdekaan adalah dengan memberikan sumbangsih yang berarti bagi negeri. Buah pikir atau tindakan bermuatan kepentingan bangsa yang didasari integritas adalah dedikasi yang ideal. Salah satu putra bangsa, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., kini memiliki rekam jejak dedikasi yang dikemas dalam sebuah buku.

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Autobiografi Suhardi Alius diluncurkan dalam acara launching dan bedah buku “Integritas di Tengah Kabut Idealisme: Kepemimpinan dan Pembelajaran Hidup Suhardi Alius” pada Sabtu pagi (28/10/2017). Buku yang ditulis oleh Dedi Mahardi tersebut diterbitkan oleh Gramedia.

Bertempat di Auditorium Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta Pusat, acara launching dan bedah buku ini mengundang sejumlah narasumber. Di antaranya adalah Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif salah satu guru bangsa, Suryo Pramono, Direktur Utama MetroTV, Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M, Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (PUKAT UGM), Ali Fauzi Manzi, S.Pd, M.Pd, Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian/mantan kombatan dan Dedi Mahardi, selaku penulis dan inspirator. Acara dimulai dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan doa oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., Imam Besar Masjid Istiqlal.

Di sesi selanjutnya yaitu paparan mengenai gambaran isi buku dan sosok Suhardi Alius oleh Ketua BPK RI Dr. Moermahadi Soerja Djanegara, CA, CPA sebagai Keynote Speaker. Ketua BPK RI tersebut mengucapkan selamat dan syukurnya atas terbitnya buku ini.

“Buku yang mengupas kepemimpinan Suhardi Alius sebagai salah satu anak bangsa yang berintegritas tinggi ini hadir di saat yang tepat di mana kita kini menghadapi lunturnya nilai integritas, lunturnya nilai kejujuran, dan lunturnya rasa cinta terhadap bangsa dan negara dari anak bangsa, agar buku ini dapat menjadi salah satu obat akan kelunturan nilai tersebut. Saya ucapkan selamat bagi Dedi Mahardi dan Suhardi Alius atas terbitnya buku ini,” ujar Moermahadi.

Proses penulisan buku “Integritas di Tengah Kabut Idealisme: Kepemimpinan dan Pembelajaran Hidup Suhardi Alius” ini pun terbilang menarik. Sosok yang menjadi sorotan dalam tulisan, Suhardi Alius, tidak mengetahui bahwa buku mengenai dirinya sedang ditulis hingga proses buku akan diterbitkan.

“Saya memilih tokoh yang inspiratif untuk ditulis, setelah saya berkonsultasi dengan Buya (Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif) dan Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. Selanjutnya setelah mendapat dukungan dari mereka, saya mulai menulis buku ini. Hingga kira-kira 80% selesai dan akan diserahkan kepada penerbit, barulah saya mengabarkan Pak Suhardi,” ujar Dedi Mahardi.

Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, menyambut gembira peluncuran buku tersebut dan berharap agar karya Dedi Mahardi ini dapat berkontribusi bagi integritas bangsa. Beliau menyampaikan pesan pentingnya nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Negara ini dibangun dengan idealisme, dan sebagai generasi yang mengisi kemerdekaan kita perlu memiliki integritas. Integritas perlu dilaksanakan, jangan hanya sekedar ucapan. Integritas adalah membutuhkan komitmen, kejujuran, pengetahuan dan kebijakan dalam menentukan tindakan,” jelas Suhardi.

Launching buku yang dimoderatori oleh Wianda Pusponegoro tersebut, turut dihadiri Jend. Pol. (Purn) Suroyo Bimantoro, Jend. Pol. (Purn) Da’i Bachtiar, Basrief Arief, Arcandra Tahar (Wakil Menteri ESDM), Dr. Ardan Adiperdana, Ak., MBA (Kepala BPKP) dan Karni Ilyas. Acara resmi ditutup setelah pemberian buku secara simbolis kepada beberapa tamu undangan dan menyanyikan lagu ‘Bagimu Negeri’.