Tangerang – Mewujudkan mahasiswa punggawa keuangan negara yang sadar akan ancaman pertahanan seperti radikal terorisme menjadi perhatian tersendiri bagi Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN). Untuk mewujudkannya, PKN STAN melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk memberikan paparan bahaya radikal terorisme.

Bertempat di Student Centre PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi hadir mengisi Seminar Persatuan Bangsa Dinamika PKN STAN 2019. Tema Studi Perdana Memasuki Kampus (Dinamika) betujuan untuk mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya persatuan bangsa, sehingga terwujudnya mahasiswa anti radikalisme dan terorisme sebagai wujud calon punggawa keuangan negara yang memiliki peran pemersatu bangsa.

Mengawali paparan, Marsda TNI A. Adang Supriyadi mengingatkan para mahasiswa bahwa radikal terorisme adalah ancaman nyata berada di sekeliling masyarakat bahkan lingkungan pendidikan. Hal ini dijelaskan ketika Sestama BNPT memaparkan definisi terorisme dan tahapan radikalisasi. Ia juga mengingatkan bahwa untuk melawan radikalisme dan terorisme dibutuhkan upaya menyeluruh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Adik-adik mahasiswa akan menimba ilmu keuangan negara yang baik dan benar. Dari sini mulai belajar dengan benar wujudkan keuangan negara yg baik dan apik, tapi pembekalan ini menjadi kewaspadaan bagi kalian dalam menimba ilmu dan bekerja kelak. Boleh radikal tapi radikal yang positif, membawa inovasi dan kebaikan demi kepentingan NKRI,” ujar Sestama.

Lebih lanjut mantan Dosen Universitas Pertahanan tersebut menjelaskan bahwa radikalisme tidak semuanya negatif, ada juga radikalisme yang sifatnya positif. Radikalisme negatif yang dimaksud ialah yang mengandung unsur anti NKRI, anti Pancasila, nilai-nilai takfiri dan intoleransi.

Selanjutnya, Sestama BNPT menjelaskan fenomena radikal terorisme menggunakan perspektif penelitian. Melalui berbagai variabel yang menyumbang terjadinya radikal terorisme, ekonomi menjadi variabel yang berpengaruh. Sekretaris Utama BNPT mengajak para mahasiswa baru untuk dapat memicu diri sebagai mahasiswa untuk dapat melakukan penelitian.

“Ekonomi yang rendah menjadi salah satu yang berperan mendorong seseorang atau kelompok menjadi radikal. Kalian ini mahasiswa baru, cobalah melakukan penelitian pengaruh ekonomi dengan ancaman pertahanan negara, kalau perlu KKN(Kuliah Kerja Nyata) bisa nanti diterapkan penelitian semacam ini,” ujar Sestama BNPT.

Kegiatan Pra Perkuliahan selaku kegiatan untuk Seluruh mahasiswa/i Politeknik Kuangan STAN T.A. 2019/2020 dengan program Seminar Week yang bertujuan untuk memberikan pembekalan karakter kepada mahasiswa/i tentang kebangsaan, etika dan penyimpangan moral. Sebelumnya pada 17 September 2019, Kepala BNPT telah memberikan kuliah umum dihadapan 2100 mahasiswa PKN STAN.