Jakarta – Sebagai bagian dari upaya penanggulangan terorisme, pembekalan-pembekalan bahaya dan ancaman radikal terorisme penting disampaikan kepada berbagai elemen masyarakat. Tak hanya mahasiswa dan masyarakat sipil, pembekalan juga penting diberikan kepada pimpinan daerah. Hal ini ditunjukkan oleh Kepala BNPT dalam Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri Bagi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Angkatan I 2018.

Diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, pembekalan diberikan di Auditorium Gedung F BPSDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta. Pembekalan dengan bahasan “Pencegahan Terorisme dan Radikalisme” diberikan oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. pada Rabu (14/11) pagi.

Puluhan peserta yang terdiri dari Bupati/Walikota, Wakil Bupati/Wali Walikota dan Ketua DPRD berkumpul untuk menerima pembekalan. Mengawali pembekalan, Kepala BNPT mengingatkan akan bahaya radikal terorisme yang terjadi secara global, tak terkecuali Indonesia. Dalam menghadapinya, pemerintah daerah perlu mengenali gejala serta ancamannya.

“Foreign Terrorist Fighters (FTF) itu setelah mengalami kekalahan akan kembali ke daerah negaranya masing-masing, termasuk Indonesia. Dan ini perlu diwaspadai loh, Pemerintah Daerah, kami akan membantu tapi peran untuk mengawasi juga perlu didukung pemda,” ujar Komjen Pol. Suhardi.

Lebih lanjut Mantan Sestama Lemhanas tersebut menginformasikan langkah-langkah dan terobosan terkait penanggulangan terorisme di daerah. Hal ini diberikan untuk mengarahkan pemerintah daerah dalam fungsi pengawasan dan monitor perihal radikal terorisme. Salah satunya ialah agar pemerintah daerah tidak memarginalkan serta mampu memberi akses kepada mantan napiter yang telah kembali menjadi WNI yang baik.

“Kalau dimarginalkan, ini menjadi penyebab mereka kembali radikal. Sentuh mereka dengan baik-baik, kita harus juga menebar perdamaian. Kalau ditembak 1, yang dendam tidak 1, kita juga harus membudayakan kultur memaafkan,” tutur Drs. Suhardi Alius.

Di penghujung sesi pembekalan, Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius menerima piagam serta plakat dari Kementerian Dalam Negeri atas pencerahan yang diberikan.

Mantan Kadiv Humas Polri tersebut mengatakan apresiasi yang diberikan atas pembekalan melambangkan pemahaman yang diterima oleh seluruh peserta. Diharapkan dalam memimpin daerahnya, para pemimpin dapat berkontribusi untuk mencegah dan menanggulangi radikal terorisme bersama.