Jakarta – Benih-benih radikalisme dan terorisme telah mengalami transformasi yang sangat besar, hal ini tentu saja menjadi ancaman kehidupan bagi bangsa Indonesia ke depan. Menyadari akan hal itu, Rumah Kebangsaan sebagai forum diskusi yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan politik, mengundang kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjadi pembicara tentang bahaya radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Bertempat di Rumah Kebangsaan, Kebayoran Baru Jakarta Selatan “Diskusi Terbatas Tentang Bahaya Radikalisme dan Terorisme” digelar pada Kamis (13/9/2018) sore. Mengawali diskusi ini Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H, memutarkan video pencapaian BNPT yakni kegiatan Silaturahmi NKRI dengan mempertemukan korban dan mantan pelaku aksi terorisme pada Februari lalu.

“Ini merupakan video pertemuan antara korban bom dan mantan pelaku bom, kegiatan ini pertama kalinya diselenggarakan dan pertama kali di dunia. Dengan terselenggaranya pertemuan tersebut agar tercipta keselarasan antara korban bom dan mantan napiter yang dapat menghilangkan rasa dendam, trauma demi terjalinnya hubungan baik, “ucap Suhardi Alius.

Para peserta yang hadir dalam diskusi ini dari kalangan aktivis, komunitas, dan influencer, sehingga menurut Kepala BNPT dengan adanya diskusi tentang radikalisme dan terorisme menjadi bentuk kerja sama BNPT dengan forum Rumah Kebangsaan dalam mencegah dan menanggulangi terorisme.

“Menjadi pembicara di sini dalam rangka membantu BNPT menyosialisasikan bagaimana pencegahan tanpa mengeluarkan stigma negatif yang berkembang dimasyarakat, “ucap Komjen Pol. Suhardi Alius.

Lebih lanjut, mantan Sestama Lemhanas RI mengatakan diskusi di hadapan para peserta ini dapat membantu menyebarkan konten positif di dunia maya sehingga masyarakat punya daya tahan untuk menghadapi dinamika dan pengaruh global yang sangat luar biasa.

Setelah Suhardi Alius memberikan paparannya, kegiatan ini diakhiri sesi tanya jawab antara peserta dengan Kepala BNPT.