Jakarta – Terorisme sebagai ancaman keamanan dan ketertiban secara global juga mempengaruhi stabilitas keamanan Indonesia. Dalam hal ini BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme di Indonesia terus melakukan langkah terbaiknya untuk menciptakan keamanan dan ketertiban tersebut. Sebagai pemangku kepentingan keamanan dari ancaman terorisme, Kepala BNPT hadir sebagai pembicara untuk berbagi perkembangan terkini penanggulangan terorisme dalam acara Homeland Security Indonesia (HLSI) Show 2018.

Pameran Indonesia’s Dedicated Homeland Security Show 2018 bertempat di Jakarta Convention Center, Kompleks GBK, Jakarta, Pameran dimulai pada Rabu (19/9). Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius MH hadir sebagai narasumber dalam salah satu seminar di acara tersebut. Seminar HLSI tersebut membahas langkah dan upaya dalam menghadapi ancaman terorisme secara strategis di Indonesia.

Dalam paparannya, Kepala BNPT mengangkat Peningkatan Peran BNPT pasca disahkannya Undang-Undang Anti Terorisme yang baru. Pada kesempatan itu juga disampaikan oleh Kepala BNPT terkait best practices yang telah dan tengah ditempuh BNPT dalam penanggulangan terorisme. BNPT sebagai leading sector permasalahan penanggulangan terorisme menyesuaikan dengan keadaan budaya serta kekuatan di Indonesia.

“Terorisme di setiap negara dapat diidentifikasi dan ditangani dengan khas setiap negara. BNPT tidak hanya hard approach tapi juga soft approach. Pendekatan lunak ini juga dibutuhkan dalam menanggulangi terorisme, yang kita hadapi itu ideologi,” tutur Kepala BNPT.

Pendekatan lunak yang digunakan BNPT meliputi program deradikalisasi dan pencegahan akan bahaya pemahaman radikal yang kerap di sebarkan di dunia maya, dengan mengerahkan sumber daya generasi milenial yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Selain hal tersebut, kearifan lokal dan budaya memaafkan juga sebagai bahan pertimbangan program penanggulangan terorisme di Indonesia, hal ini mengingat marjinalisasi mantan teroris dapat menyebabkan kembalinya mereka dalam ideologi menyimpang.

Usai paparan, Kepala BNPT menyampaikan apresiasinya dan mengatakan keikutsertaan BNPT dalam pameran sebagai kontribusi serta kesiapan BNPT sebagai badan yang bertanggungjawab dalam penanggulangan terorisme. Mantan Kadiv Humas Polri tersebut juga berharap seminar yang diberikan dapat menjadi inspirasi dan membantu para peserta yang berasal dari manca negara tersebut dapat memahami program yang telah dikerjakan Indonesia.

Ketua Penyelenggara Pameran Homeland Security Indonesia 2018 menyampaikan acara ini didedikasikan khusus untuk masalah keamanan domestik seperti terorisme. Pihaknya berharap BNPT yang telah menjalin koordinasi dengan setidaknya 36 K/L di masa mendatang terus menjadi partner pameran HLSI.

Homeland Security Indonesia Show 2018 merupakan pameran biennial yang melibatkan pihak-pihak mancanegara untuk berpartisipasi. Acara yang terdiri dari pameran dan konferensi tersebut bertujuan sebagai ajang berbagi informasi peralatan dan produk terkini yang berkaitan dengan tantangan keamanan domestik.

Pada pameran ini BNPT juga ikut serta membuat stand bagi para pengunjung untuk melihat produk – produk dari program BNPT seperti hasil karya narapidana teroris, video-video program BNPT hingga booth untuk berfoto. Selain BNPT, turut serta juga stand pameran dari Kepolisian RI, Badan Narkotika Nasional, Badan Siber dan Sandi Negara, dan Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM.