Bogor – Bertujuan untuk mengetahui tugas dan fungsi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta berkoordinasi dalam memerangi radikalisme dan terorisme di Provinsi Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dr. Freddy Purnomo melakukan kunjungan ke Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Sentul, Bogor pada Selasa (24/4/18) pagi.

Kedatangannya disambut baik oleh Sekretaris Utama BNPT Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. bersama Karoum BNPT, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, Direktur Deradikalisasi BNPT Prof Dr. Irfan Idris, M.A., dan pejabat BNPT lainnya.

Memulai kunjungan ini, Sestama BNPT memberikan paparan dihadapan para anggota komisi A DPRD Jawa Timur dengan menjelaskan visi dan misi secara rinci tentang BNPT.

“Visi dan misi BNPT mewujudkan penanggulangan terorisme dan radikalisme melalui upaya sinergi institusi pemerintah dan masyarakat meliputi, pencegahan, perlindungan, penindakan dan deradikalisasi serta, penanggulangan terorime yg dinamis melalui upaya sinergitas kementerian/lembaga,” ujar Sestama BNPT di Auditorium Gedung A Kantor BNPT Sentul.m

Lebih lanjut, Marsma Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. menjelaskan struktur BNPT yang dipimpin oleh Kepala BNPT serta adanya kedeputian 1,2 dan 3 yang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing dalam menanggulangi terorisme. Selain itu beliau juga menegaskan terkait upaya pendekatan soft approach (lunak) dan pendekatan hard approach (keras) dalam mencegah dan menanggulangi terorisme. Seperti pendekatan soft approach yakni program deradikalisasi dan kontra radikalisasi program prioritas BNPT.

“Metode soft approach banyak negara maju yang ingin belajar kepada BNPT dengan membina mantan napiter menjadi corong ke arah lebih baik ,” tegasnya.

Diakhir paparan, Sestama menjelaskan program dan kinerja BNPT dalam mencegah dan menanggulangi terorisme.

“Untuk meningkatkan koordinasi BNPT mempunyai Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi, sinergitas 36 kementrian dan lembaga sudah berjalan alhamudulillah. Dan jika RUU terorisme disahkan akan dilaksanakan program rencana aksi nasional penanggulangan ekstrimisme berbasis kekerasan,” tutup Sestama BNPT.

Tak hanya Sestama, Direktur Deradikalisasi BNPT juga menjelaskan secara rinci terkait program deradikalisasi dan kontra radikalisasi BNPT dalam mencegah dan menanggulangi terorisme dan radikalisme.

“Teroris ini kita lihat dari perspektif dan teroris merupakan kejahatan luar biasa. ini perlu kita perspektifkan segalanya harus luar biasa, dengan cara strateginya luar biasa, penanganannya pun harus dilakukan luar biasa,” ucap Prof. Dr. Irfan Idris, M.A.

Karoum BNPT juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan paparannya, Brigjen Dadang Hendrayudha menjelaskan terkait upaya hard approach dan soft approach yang dilakukan BNPT serta menampilkan sejumlah video terkait program dan kinerja yang dilakukan BNPT.

“Penanggulangan terorisme ini tidak bisa diselesaikan hulu ke hilir tapi diselesaikan secara keseluruhan dengan kita melibatkan stakeholder dan masyarakat sebagai upaya BNPT dalam memerangi terorisme,” tegas Karoum.

Menanggapi paparan yang diberikan oleh pejabat BNPT, para anggota komisi A DPRD Jawa Timur mengapresiasi langkah dan program yang dilakukan BNPT serta akan berkoordinasi kedepannya dalam memerangi terorisme di daerahnya.