Jerman – Hubungan kerja sama BNPT, sebagai bagian pemerintahan Indonesia, dengan Jerman semakin kuat kian waktu. Hal ini dipastikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., yang didampingi Direktur Kerja sama Bilateral BNPT, Brigjen Pol. Drs. Kris Erlangga, dan Inspektur BNPT Dr. Amrizal, M.M., melakukan kunjungan kerja ke Jerman pada 2 – 6 Oktober 2018. 

Selama kunjungannya Kepala BNPT melakukan rangkaian kegiatan meliputi pertemuan dengan mitra institusi Jerman diantaranya, Wakil Presiden Kepolisian Kriminal Federal Jerman (BKA), Wakil Kepala Badan Intelijen Domestik (BfV) Jerman, Direktur Kontra Terorisme Badan Intelijen Luar Negeri (BND) Jerman, Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman, dan Pejabat Divisi Keamanan Publik dan Terorisme Internasional Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden Bundeskriminalamt (BKA) di Kantor Pusat Pendidikan dan Latihan BKA di Wiesbaden yang berlangsung pada Selasa (02/10/2018). Kepala BNPT menyampaikan terkait strategi penanggulangan radikal terorisme yakni dengan pendekatan lunak (soft approach) dan pendekatan keras (hard approach).

“Penanggulangan terorisme yang dilakukan BNPT dalam menanggulangi radikal terorisme yaitu melalui Soft approach dilakukan dengan melaksanakan program deradikalisasi, kontra radikalisasi serta kesiapsiagaan nasional, “ujar Suhardi Alius dalam paparannya.

Menurutnya program-program yang telah dilaksanakan BNPT mendapat tanggapan positif dari dunia internasional, termasuk dari Perdana Menteri Singapura, New Zealand dan Yordania, yang menyatakan ketertarikan mereka untuk mempelajari strategi penanganan terorisme dari Indonesia.

Lebih lanjut, Wakil Presiden BKA menanggapi bahwa Indonesia dan Jerman memiliki beberapa persamaan dalam upaya penanggulangan terorisme, terutama hubungan khusus antara BNPT dan BKA. Dirinya juga mengatakan telah melakukan kunjungan untuk melihat langsung program deradikalisasi yang dijalankan BNPT di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala BNPT juga mendapat kesempatan diwawancarai oleh wartawan televisi Jerman, Deutsche Welle (DW TV), dan Metro-TV Indonesia. Wawancara tersebut dilakukan pada Rabu (3/10/2018) di Bonn, Jerman dan hari Sabtu (6/10/2018) di Berlin, mengenai upaya penanggulangan radikal terorisme dan kerja sama Indonesia dengan Jerman. 

Kemudian pada Kamis (4/10/2018) Kepala BNPT telah melakukan pertemuan dengan Wakil Kepala Badan Intelijen Domestik Jerman (BfV) di Berlin. Dalam pertemuan tersebut Komjen Pol. Suhardi Alius menyampaikan tentang tugas dan fungsi BNPT sebagaimana diatur dan ditetapkan dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme. Selain itu, Beliau menjelaskan mengenai langkah-langkah yang telah, sedang dan akan dijalankan BNPT dalam melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme yaitu Kesiapsiagaan Nasional, Deradikalisasi dan Kontra Radikalisasi.

Setelah mendengar penjelasan Kepala BNPT, Wakil Presiden BfV mengapresiasi dan sangat tertarik terhadap langkah-langkah yang dilakukan Indonesia terkait penanggulangan terorisme termasuk revisi UU terorisme.

Selanjutnya Kepala BNPT dan pejabat BNPT melakukan berbagai pertemuan lainnya dengan Duta Besar RI di Berlin, Direktur Kontra Terorisme Badan Intelijen Luar Negeri (BND) Jerman, Dirjen Asia Pasifik Kemlu Jerman, dan Pejabat Divisi Keamanan Publik dan Terorisme Internasional Kementerian Dalam Negeri Jerman. Dalam sejumlah pertemuannya Kepala BNPT menjelaskan terkait program dan penanggulangan radikal terorisme yang dilakukan oleh BNPT.