Jakarta – Salah satu upaya penanggulangan terorisme ialah dengan melaksanakan pemulihan mantan narapidana terorisme, korban aksi terorisme (penyintas), dan keluarganya. BNPT sebagai pemegang kendali penanggulangan terorisme di Indonesia, terus fokus dalam mengupayakan pemulihan ini. Kali ini bersama dengan MUI, BNPT mendiskusikan upaya pemulihan mantan narapidana terorisme (napiter) dan para penyintas.

Bertempat di salah satu gedung kementerian di Jakarta pada Jumat(4/5) pagi, pertemuan antara MUI dan BNPT berlangsung. Menerima kedatangan delegasi MUI, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., didampingi oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Pencegahan, Brigjen Pol. Ir. Hamli, dan Direktur Deradikalisasi, Prof. Dr. Irfan Idris, M.A.

Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius menjelaskan kunjungan ini mengarah pada kerja sama antara MUI dengan BNPT. Mewakili BNPT, Kepala BNPT mengaku berterima kasih atas adanya simpati serta kesadaran untuk menggandeng mantan napiter dan para penyintas terkait akses ekonomi mereka sekembalinya ke tengah masyarakat.

“Perkembangan diskusi ini membahas akses ekonomi mantan narapidana terorisme, penyintas, serta keluarganya. Tentunya ini akan menjadi upaya yang baik dan bermanfaat. BNPT akan segera memberikan respon agar secepatnya dalam terikat dalam bentuk nota kesepahaman,” ujar mantan Sestama Lemhannas ini.

Delegasi MUI yang hadir ialah perwakilan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI, Sutrisno Lukito Disastro dan Ali Mochtar Ngabalin (Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia). Dalam kunjungannya, keduanya mengaku tertarik dan ingin berkontribusi dalam upaya-upaya pemulihan yang telah dilaksanakan BNPT selama ini.

“Mantan teroris dan korbannya adalah warga negara, kalau dikucilkan tentu tidak bagus, kami Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI berinisiatif jika memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan BNPT, ingin mendidik dan memberikan solusi agar mereka bisa berdagang atau jadi pengusaha, pendidikan bagi keluarganya dan membantu di bidang ekonominya,” ujar Sutrisno.

Ditemui usai acara, Ketum Bakomubim, Dr. Ali Mochtar Ngabalin, M.Si., mengatakan keterlibatannya untuk mencegah para mantan napiter agar tidak kembali menjadi radikal. Menurutnya akses ekonomi yang terbuka bagi para mantan napiter dan para penyintas, beserta keluarga dapat memberikan dan membantu kehidupan mereka secara signifikan.

“Saya bersama penggagas Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia, Bapak Sutrisno Lukito, memiliki niat baik dan tulus untuk membantu BNPT menolong mantan napiter dan para penyintas. Semoga dapat membantu umat,” ujar Ali Mochtar.

Lebih lanjut Kepala BNPT mengaku siap untuk bekerja sama lebih lanjut dalam penandatanganan nota kesepahaman antara keduanya. Agar segera terwujud, beliau mengaku memberi arahan ke Kedeputian Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT untuk memetakan aspek-aspek pemulihan yang dapat menjadi bagian kerja sama keduanya.