Jakarta – Pelaksanaan program Sinergisitas dalam upaya penanggulangan terorisme yang tepat sasaran dan tepat guna merupakan capaian ideal yang dituju. Setelah mendulang keberhasilan pada pelaksanaan program Sinergisitas di Tahun 2018, di Tahun 2019 program Sinergisitas dilaksanakan di 3 provinsi yaitu Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur. Dalam rangka menghasilkan program Sinergisitas yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, Tim Sinergisitas BNPT menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Aksi K/L program Penanggulangan Terorisme Tahun 2019.

Bertempat di Ballroom Pelangi Hotel Mercure Ancol, Rakor Penyusunan RAN K/L diselenggarakan pada Selasa (19/03) pagi. Sestama BNPT sekaligus sebagai Ketua Tim Sinergisitas, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi hadir untuk memberikan sambutan didampingi oleh jajaran BNPT. Adapun puluhan peserta rapat koordinasi yang hadir terdiri dari perwakilan dari 36 K/L.

Dalam sambutan pembukaannya Sestama BNPT menghimbau kepada peserta untuk menyamakan pemikiran dalam lingkup pelaksanaan Sinergisitas. Menurutnya apabila pemikiran seluruh peserta seragam, pelaksanaan sinergisitas dapat terselenggara lebih lancar.

“Melaksanakan sinergisitas ini kita harus berjalan bersama-sama, kita harus menyatukan pandangan agar kegiatan tahun 2019 bisa dilaksanakan di Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur berjalan dengan lancar,” ujar Sestama BNPT.

Sambutan Sestama BNPT dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Tim Teknis Sinergisitas, Dr. Mirra Noor Mila. Dalam paparannya, Dr. Mirra menjelaskan aspek-aspek yang dapat dilakukan dalam menanggulangi terorisme yang meliputi aspek ideologis, aspek struktural serta aspek psikis. Lebih lanjut, anggota Associate Professor Psikolog UI tersebut juga menyampaikan strategi dukungan sinergi ke dalam 3 lingkup yakni dukungan ekonomi dan infrastruktur, dukungan pendidikan, dan menciptakan sinergi kecintaan tanah air.

Rapat kemudian memasuki sesi pemaparan rencana kebutuhan sasaran Sinergisitas antar K/L program penanggulangan terorisme Tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Perencana operasi Sinergisitas, Agus Purwanto selaku pemberi paparan menyampaikan data yang telah dihimpun sebelumnya pada kunjungan-kunjungan di 3 provinsi tersebut.

“Data kebutuhan sasaran yang telah dikelompokkan berdasarkan kebutuhan secara langsung tiap wilayah yang disertai dengan keterangan lokasi dan sasaran, strategi penanganan, serta volume kebutuhan, agar ini menjadi acuan lokasi program Kementerian/Lembaga dalam membuat RAN,” ujar Agus Purwanto.

Rapat ditutup oleh Sekretaris Utama BNPT, Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. dan menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan masukan yang disampaikan oleh peserta. Diharapkan rapat koordinasi ini dapat menjadi pijakan awal yang baik dalam pelaksanaan sinergisitas mendatang.

“Rapat koordinasi ini menjadi awalan kita bersama sebelum nanti turun ke lapangan. Adapun setelah nanti K/L mengirimkan rencana aksi akan kita kumpulkan dan klarifikasi, hingga proses penandatanganan kesepakatan pelaksanaan rencana aksi maka kita mulai turun ke lapangan dan membantu saudara-saudara kita,” tutup Perwira Tinggi TNI AU tersebut.