Jakarta – Penanggulangan terorisme yang terus menuntut upaya komprehensif dan masih tak elak menuntut pelibatan banyak pihak. Baik dari dalam negeri, bekerja sama dengan luar negeri merupakan salah satu upaya yang dapat meningkatkan efektivitas penanggulangan terorisme. Menyadari hal tersebut, BNPT selaku bagian dari Pemerintah Indonesia mengukuhkan kerja sama penanggulangan terorisme dengan Pemerintah Amerika Serikat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman.

Bertempat di Hotel Shangri-La Jakarta, Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut digelar pada Jumat (14/9) pagi. Sebelum memulai, jajaran pimpinan BNPT dan delegasi Amerika Serikat berkumpul dalam Breakfast Meeting. Jajaran pimpinan BNPT yang dipimpin oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius MH turut didampingi oleh Sestama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M., Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi II BNPT Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, Deputi III Irjen Pol Drs. Hamidin, serta para direktur-direktur BNPT.

Delegasi Pemerintah Amerika yang akan menandatangani nota kesepahaman tersebut ialah Duta Besar Nathan A. Sales, Counterterrorism Amerika Serikat, beserta jajarannya. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga Pemerintah Indonesia. Di antaranya yang hadir ialah perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Kepolisian RI, Badan Intelijen Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung dan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Dalam sambutannya Kepala BNPT menyampaikan bahwa BNPT terus berupaya melakukan penanggulangan terorisme, salah satunya dengan melakukan kerja sama dan koordinasi. Saat ini BNPT telah menjalin koordinasi internal dengan 36 instansi dalam penanggulangan terorisme. Dengan Pemerintah Amerika Serikat, Kepala BNPT menyampaikan apresiasi atas kerja sama selama ini hingga penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya nota kesepahaman ini menandai langah maju antara kedua negara serta momentum mengawali kerja sama yang lebih konkrit dan praktikal.

“Ini merupakan sebuah langkah besar yang mengukuhkan dan mengikat kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat dalam penanggulangan terorisme. Kepada pemerintah Amerika Serikat kami mengucapkan terima kasih atas upaya aktif dalam berkoordinasi dan bernegosiasi hingga penandatanganan ini,” ujar Kepala BNPT.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman oleh kedua belah pihak. Ruang lingkup kerja sama dalam Nota Kesepahaman tersebut meliputi pertukaran informasi, pertukaran pengalaman dan praktik terbaik, penguatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Ditemui usai sesi pertukaran cinderamata dan foto bersama, Duta Besar Nathan A. Sales menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap pemerintah Indonesia. Menurutnya, Indonesia memainkan peran penting mengingat pengalaman Indonesia yang luas serta komitmen Indonesia dalam melakukan penanggulangan terorisme dengan sungguh-sungguh.

“Indonesia memahami betul ancaman terorisme ini. Terlebih Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memaksimalkan penggunaan kemampuan dan alat dalam menanggulangi terorisme. Alat-alat penegakkan hukum, analisis finansial dan lainnya, MoU ini menempatkan hubungan kerja sama kita berada di titik terkuatnya,” ujar Sales.

Diharapkan di masa mendatang Nota Kesepahaman tersebut dapat menjadi payung hukum kerja sama dalam bidang penanggulangan terorisme yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kunjungan delegasi BNPT yang dipimpin Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius MH ke Amerika Serikat lalu, khususnya Counterterrorism Bureau AS dan Terrorism Screening Center (TSC) AS cukup menyumbang terbentuknya hubungan kerja sama dan persahabatan antara kedua negara.

“Kunjungan BNPT ke Washington DC lalu juga sebagai dasar hubungan kerja sama kedua negara. Hingga terjalinnya Nota Kesepahaman ini, kita akan melakukan implementasinya seperti kunjungan, pelatihan, pertukaran informasi dan lainnya, akan dibicarakan secara teknis,” tutup Kepala BNPT.