Jakarta – BNPT selenggarakan Rapat Koordinasi mengenai Laporan Pelaksanaan Kegiatan Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga pada Senin sore (30/9) yang telah dilaksanakan oleh BNPT bersama 36 Kementerian/Lembaga terkait Tahun 2019. Kegiatan Sinergisitas 36 K/L yang dilakukan pada Tahun 2019 yang dilaksanakan di 3 provinsi adalah melanjutkan kegiatan Tahun 2018 yang belum selesai ataupun belum terealisasi. Adapun program ini telah berdiri sejak Tahun 2017.

Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Adapun jajaran BNPT yang hadir dalam kegiatan hari ini dipimpin oleh Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. Turut hadir pimpinan dari 36 Kementerian/Lembaga dan para penerima manfaat berasal dari 3 Provinsi tempat pelaksanaan program Sinergisitas. Laporan Pelaksanaan Evaluasi Kegiatan Sinergisitas ini diselenggarakan di Ruang Pertemuan Flores, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Acara diawali dengan Sambutan oleh Kepala BNPT. Dalam sambutan disampaikan secara singkat bantuan yang berhasil terealisasikan di 3 provinsi. Bantuan tersebut terbagi menjadi 2 kategori yakni bantuan fisik dan non-fisik. Bantuan Fisik Sinergisitas Tahun 2019 yaitu:

  • Bantuan sarana dan prasarana pembangunan rusunawa seperti di Pondok Pesantren Islam Amanah Putra Poso dan Pondok Pesantren Al Madinah Bima yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
  • Pengeboran air di Pondok Pesantren Al Madinah.
  • Pelayanan air bersih di daerah sulit air dan penerangan jalan umum tenaga surya di sejumlah wilayah sasaran oleh kementerian ESDM.
  • Bantuan paket pertanian terpadu dan paket pertanian tanaman buah, bantuan bibit ternak yang diberikan oleh Kementerian Pertanian.
  • Program BUMN hadir untuk negeri dengan serangkaian kegiatan seperti beasiswa, elektrifikasi dan MCK, renovasi rumah tidak layak huni, hingga bantuan sarana dan prasarana untuk rumah ibadah.
  • Pemberian bantuan berupa program keserasian sosial dan kearifan lokal yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial.
  • Bantuan beasiswa untuk keluarga mantan napiter, bantuan buku-buku agama Islam, Kitab Alquran dan Kitab Injil dari Kementerian Agama.

Selain bantuan yang berupa fisik yang diberikan oleh kementerian/ lembaga juga ada kegiatan berupa non fisik seperti :

  • Pelatihan keterampilan dan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan sinergisitas yang dilaksanakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
  • Pembinaan dan pendampingan terhadap kelompok-kelompok sasaran dan deradikalisasi mantan napiter melalui pemberdayaan ekonomi oleh Badan Intelijen Negara.
  • Kegiatan Jaksa menyapa, serta Jaksa masuk sekolah dan pesantren oleh Kejaksaan RI.
  • Kegiatan forum kemitraan ormas dalam rangka kewaspadaan nasional dan penanganan konflik oleh Kementerian Dalam Negeri.
  • Sosialisasi anti radikalisme beserta dengan pemasangan billboard anti-radikalisme oleh Kementerian Kominfo.
  • Penyelarasan wawasan kebangsaan dan ideologi pancasila kepada kelompok-kelompok sasaran yang dilaksanakan oleh Polri.
  • Pendampingan dan pembinaan serta pembangunan fisik dan non-fisik kepada kelompok sasaran melalui program TMMD oleh TNI.

Dalam sambutan yang diberikan Kepala BNPT disampaikan upaya jangka Panjang yang tengah dibangun oleh tim Sinergisitas yakni “Kampung Madani” di Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan semua elemen masyarakat sasaran. Pembangunan Kampung Madani dimaksudkan untuk membangun lingkungan hijau dengan kegiatan pertanian dan peternakan yang terpadu dengan memanfaatkan limbah dari peternakan untuk pupuk tanaman. Kegiatan itu melibatkan seluruh elemen masyarakat sasaran dengan pendampingan dari bnpt dan kementerian/lembaga yang relevan.

Secara Keseluruhan, kegiatan Sinergisitas di 3 provinsi ini telah membawa perubahan besar bagi masyarakat daerah sasaran. Kegiatan yang akan terus berjalan di tahun 2020 mendatang, diharapkan bisa optimal, dan dapat menggandeng Kementerian/Lembga lebih banyak lagi agar pemberantasan radikalisme dan terorisme di Indonesia, bisa dituntaskan dengan lebih baik dan optimal.

“Disini kita melihat bagaimana kita mampu menangani akar masalah radikalisme dan terorisme dengan melibatkan kementerian dan lembaga. kita mengarahkan seluruh kementerian bersama-sama menuju sasaran itu, apresiasi tadi dari Bapak Menko ternyata memang kegiatan ini harus dikerjakan oleh semua institusi negara. bagaimana kita mengenal Akar masalah sehingga, kita bisa mereduksi dari hilirnya, nah ini yang kita harapkan bahwa ini akan menjadi kegiatan atau program yang besar. Dari jumlah Kementerian/Lembaga saat ini 36, dan sekarang akan ada tambahan 38 K/L yang bergabung, tentu kita berharap ini bisa dipelihara bukan cuma di 3 provinsi, tetapi kita harapkan tadi Pak Menko juga sudah katakan agar kedepan bisa dilakukan di seluruh Provinsi di Indonesia”. Ujar Kepala BNPT Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H

Acara dilanjutkan dengan pemaparan evaluasi pelaksanaan Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga oleh Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas sekaligus Sekretaris Utama BNPT, Dr. A. Adang Supriyadi. Dalam Paparan Evaluasi disampaikan lebih mendalam terkait rencana aksi yang terealisasi dan tidak terealisasi dari 36 Kementerian/Lembaga.

Di bawah Kordinator Kemenkopolhukam, Menko Polhukam, Jenderal (Purn) Wiranto kemudian memberikan sambutan selaku Ketua Tim Pengarah Program Sinergisitas. Dalam sambutannya disampaikan dukungan dan apresiasi terhadap Kementerian/Lembaga yang telah berpartisipasi. Partisipasi tersebut sesuai dengan semangat Sinergisitas terkait menghadirkan negara melalui pembangunan yang mampu meningkatkan taraf hidup dan pemahaman masyarakat yang lebih baik dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.

Pelaksanaan telah sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Tim Koordinasi Antarkementerian/Lembaga Pelaksanaan Kegiatan Sinergisitas dilaksanakan di 3 (tiga) lokasi sasaran yaitu di Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Timur dengan menunjuk BNPT untuk memfasilitasi implementasi program tersebut.

Kegiatan Sinergisitas ini diapresiasi oleh Menkopolhukam Wiranto. Dimana dari kegiatan ini, BNPT telah berhasil menurunkan angka Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, terlebih dengan metode Soft Approach menjadi Metode pendekatan penanggulangan terorisme yang pertama kali di dunia. Jenderal (Purn) Wiranto berharap, kegiatan Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga kembali dilakukan di Provinsi lain di Indonesia, agar menciptakan situasi keamanan yang kondusif yang mendorong pencapaian indonesia yang damai dan sejahtera serta mampu menjadi role model pencegahan paham radikal melalui program yang ada di Kementerian/Lembaga sebagai perwujudan kehadiran negara.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi kepada Kepala BNPT, Pak Suhardi Alius, dan sesama yang telah melaksanakan suatu misi yang tidak mudah ini bagaimana mensinergikan seluruh kementerian lembaga dalam satu tugas yang sama. terus dilanjutkan bahwa ini tidak boleh berhenti di 3 provinsi itu sekarang kan baru di provinsi Sulawesi tengah Jawa Timur, dan NTB tetapi kedepan kan nanti tidak berhenti di sini akan terus akan kita lanjutkan ke proyeksi yang lain agar lebih luas lagi pengaruhnya daya eksplanasinya, daya untuk penyadaran kepada masyarakat semakin luas dan itu kalo seluruh provinsi sudah melaksanakan ini semua maka residu yang dihadapi negeri ini terjadinya konflik internal itu bisa diurai,” ujar Menkopolhukan Wiranto, sebelum menutup acara.

Adapun untuk kegiatan Tahun 2020 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sudah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dalam kegiatan Sinergisitas Antarkementerian/ Lembaga, sehingga total menjadi 38 Kementerian/Lembaga dan kemungkinan akan bertambah lagi.

Tidak hanya dihadihari oleh satgas AntarKementerian/Lembaga, kegiatan ini juga dihadiri oleh satuan tugas (satgas) dari 3 Provinsi yakni Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.