Jakarta – Setelah melewati tahap pelaksanaan dan evaluasi program sinergisitas memasuki tahap penyempurnaan rencana aksi nasional (RAN) penanggulangan terorisme antar kementerian dan lembaga. Hal ini dilaksanakan BNPT dengan menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) RAN Sinergisitas K/L Dalam Penanggulangan Terorisme 2019 – 2023.

Acara yang berlangsung selama 11-12 Desember tersebut di Ruang Rosewood, Hotel Royal Kuningan, Jakarta. Kegiatan yang dihadiri puluhan perwakilan Kementerian/Lembaga terkait dipimpin oleh Sestama BNPT sekaligus Ketua Tim Sinergisitas Marsda TNI A. Adang Supriyadi S.T., M.M. dan Kepala Biro Perencanaan BNPT sekaligus sekretaris Sinergisitas Bangbang Surono A.K. M.M.

Mengawali kegiatan, Sestama BNPT memberikan kata sambutan di hadapan puluhan peserta. Mantan Dosen UNHAN tersebut mengatakan pembahasan RAN menjadi bagian penting dalam pemberantasan tindak pidana terorisme.

“RAN penanggulangan terorisme ini milik bersama, bagi Kementerian/Lembaga, naskah RAN merupakan dokumen yang akan menjadi acuan bersama demi terciptanya kegiatan terencana, terarah dan tepat tujuan,” ujar Marsda TNI A. Adang Supriyadi.

Kegiatan hari pertama di awali dengan pemaparan RAN Sinergisitas Antar K/L dan Efektivitas dalam penanggulangan Terorisme serta pengantar pembahasan legalitas RN Sinergisitas oleh Karoren BNPT Bangbang Surono Ak. M.M. Kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan kerangka umum dan pembahasan RAN Sinergisitas K/L oleh tim Perumus RAN.

Usai pembahasan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian perwakilan K/L untuk perumusan RAN Sinergisitas K/L menjadi 3 kelompok. Kelompok tersebut meliputi:
1. bidang pencegahan,
2. bidang penegakkan hukum, kerja sama internasional dan perlindungan
3. bidang pelembagaan sinergisitas K/L
Hasil dari diskusi tersebut disampaikan dalam pleno penyampaian hasil diskusi kelompok bidang. Pada pleno penyampaian hasil, para peserta memberikan tanggapan terhadap hasil dari tiap-tiap kelompok.

Hari pertama yang berhasil mencetuskan saran masukan serta inovasi dari berbagai Kementerian Lembaga tersebut ditutup. Dalam penutupannya, Karoren BNPT menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan yang ditunjukkan oleh para peserta.

“Saya sangat beruntung, semua K/L merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari Sinergisitas, harga keterlibatan dan rasa memiliki yang ditunjukkan ini sangat mahal, atas masukan, saran, kritik dan ide yang disampaikan kami sangat apresiasi,” ujar Bangbang Surono Ak. M.M.

Setelah melaksanakan kegiatan hari pertama, Rabu (12/12/2018) pagi kegiatan dilanjutkan dengan agenda review kegiatan oleh TIM RAN dengan memaparkan ringkasan substansi diskusi pada hari pertama yang meliputi bidang pencegahan, kontra radikalisasi, dan Deradikalisasi.

Kegiatan ini dipimpin oleh moderator Tenaga Ahli Hukum Biro Perencanaan BNPT, Muhammad Jaelani, dan dipaparkan oleh Tim Perumus, Sholeh.

Lebih lanjut para peserta dari K/L berkesempatan memberikan saran dan masukan untuk RAN Sinergisitas K/L penanggulangan terorisme.

Dalam kegiatan hari ke-2 Sekretaris Sinergisitas hadir menanggapi masukan sekaligus menutup kegiatan ini. Bangbang Surono menegaskan banyak masukan yang konstruktif selama dua hari pelaksanaan diskusi guna menyempurnakan sinergisitas sebagai sebuah program kerja sama antar kementerian dan lembaga.

“Untuk aspek legalitas, akan ditindaklanjuti sebagai bahan pembahasan oleh kementerian/lembaga yang memiliki tugas fungsi bidang hukum sehingga lebih terarah,” tegas Karoren.

Menurutnya, saat ini ada 2 masukan terkait dengan RAN, yaitu Perpres Mandiri dan Inpres dengan berbagai argumen yang sedang dibahas oleh para ahli hukum.

Sambil menutup diskusi ini Karoren BNPT mengungkapkan pentingnya kegiatan ini digelar apalagi dengan melibatkan puluhan K/L dalam menanggulangi terorisme.

“Sinergisitas sebuah program lintas antar kementerian/lembaga sedang ditunggu oleh dunia internasional karena belum ada kerja sama yang melibatkan sedemikian banyak Kementerian dan Lembaga, “tutup Bangbang.