Jakarta – Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi hadir dalam acara pembukaan Indonesia Development Forum 2019 di JCC Senayan Jakarta Senin (22/07) pagi. Terselenggaranya acara ini merupakan inisiatif Bappenas dan pemerintah Australia melalui The Knowledge Sector Initiative (KSI), sebuah program kerja sama yang bertujuan untuk merancang kebijakan publik yang berkualitas karena mengedepankan penelitian, data dan analisis.

Forum dialog tahunan berskala nasional ini merangkul para pelaku pembangunan mulai dari pemerintah sebagai pembuat kebijakan, organisasi masyarakat sipil, akademisi, mitra internasional, dan sektor swasta lainnya yang terkait untuk mencari solusi atas tantangan utama pembangunan bagi Indonesia, utamanya revolusi industri 4.0.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Pimpinan Kementerian dan Lembaga serta para Pemimpin Daerah.

Dengan tema ‘Mission Possible: Memanfaatkan Peluang Pekerjaan Masa Depan untuk Mendorong Pertumbuhan Inklusif’, lebih dari 250 praktisi menjadi pembicara yang terbagi dalam beberapa panel diskusi yang membahas dan mencari solusi dalam menjawab tantangan utama pembangunan Indonesia. Beberapa fokus yang akan dibahas dalam panel berpusat terhadap bagaimana menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang pesat, serta menyiapkan tenaga kerja untuk pekerjaan di masa depan.

Membuka acara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyampaikan bahwa acara ini terselenggara agar menjadi patform untuk pemantik ide dan inovasi baru menghadapi dinamika ekonomi global. Pemerintah selalu mengedepankan perencanaan sehingga dengan adanya inisiatif ini, menjadi peluang untuk mendengar input masyarakat dari bawah atau dengan kata lain dengan pendekatan bottom-up. Sehingga diharapkan kedepannya pemerintah dapat merancang kebijakan publik yang mengacu pada pengembangan model ekonomi inklusif yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, berkesempatan untuk menyampaikan pidato kunci. Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa perencanaan menjadi kunci penting yang sangat menentukan masa depan bangsa. “Apabila bicara perencanaan, pasti berhubungan dengan masa depan, karena masa lalu bisa jadi pengalaman. Inti perencanaan suatu negara adalah keinginan bersama untuk kemakmuran bangsa ini,” ujar Wakil Presiden RI.

Ditemui usai acara pembukaan berlangsung, Sestama BNPT rupanya tertarik pada empat pendekatan Bappenas yang diangkat dalam acara ini yaitu ‘Inspire, Imagine, Innovate dan Initiate’. Menurut Sestama BNPT, metode tersebut sangat aplikatif bila diterapkan di BNPT dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. “Acara ini sangat penting menurut saya, dimana perencanaan-perencanaan akan dibangun dari bawah atau bottom-up. Apa saja yang nanti bisa dilihat Bappenas akan diimplementasikan oleh negara. Ini sangat penting khususnya yang ada peran BNPT di dalamnya. Saya akan mencari benang marahnya, apa yang bisa kita kerjakan bersama dengan Bappenas, tentunya yang ada kaitannya dalam mencegah dalam rangka menanggulangi terorisme. Kita bisa sinergikan dalam program-program BNPT,” ujar Dr. A. Adang Supriyadi.