Malang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme terus berupaya memberikan pemahaman mendasar tentang ancaman radikalisme dan terorisme, terutama di kalangan mahasiswa baru. Sosialisasi akan nilai-nilai kebangsaan menjadi upaya mencegah dan deteksi dini akan bahaya radikalisme dan terorisme yang mengancam NKRI. Jiwa kebangsaan dan nasionalisme yang mengakar kuat di dalam kehidupan masyarakat akan menjadi pondasi kuat untuk menangkal infiltrasi paham radikalisme dan intoleransi.

Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, berkesempatan hadir untuk memberikan Kuliah Umum kepada Mahasiswa Baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya  (FIA – UB) dengan tema “Wawasan Kebangsaan Tanggap Terhadap Radikalisme dan Terorisme” pada Minggu (20/10).

Acara yang bertempat di Aula UB Sport Center dihadiri kurang lebih 800 Mahasiswa/i baru Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Kuliah umum ini merupakan rangkaian akhir dalam masa pengenalan kampus yang diberikan oleh panitia.

Sebelum memberikan kuliah umum, acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Administrasi, Prof. Dr. Drs. Bambang Supriyono, M.S. Dalam sambutannya, Dekan FIA-UB menyampaikan kuliah umum ini menjadi puncak rangkaian kegiatan bagi mahasiswa baru dalam mengenal lingkungan kampus. Dekan FIA-UB pun berharap kedepan mahasiswa agar memiliki sense of crisis dan naluri kebangsaan, serta turut berperan dalam pencegahan dan penanggulangan radikalisme.

“Paham radikalismenya makin meresahkan masyarakat, dengan mengincar generasi muda dan terdidik, termasuk mahasiswa. Mudahnya arus komunikasi melalui sosial media pada era globalisasi ini, membuat masyarakat mudah terpengaruh,” ujar Prof. Dr. Drs. Bambang Supriyono, M.S, Dekan FIA-UB.

Pemahaman mengenai definisi radikalisme dan terorisme diberikan oleh Sestama BNPT di awal pemberian materi. Tak hanya itu, pengenalan akan asal muasal kemerdekaan bangsa Indonesia juga dijelaskan agar peserta menghargai perjuangan pahlawan yang selama ratusan tahun diperjuangkan, agar tidak dirusak oleh generasi yang intoleran, anti NKRI, dan Pancasila.

Selanjutnya, lebih jauh para peserta diajak untuk mengenal indikasi-indikasi individu maupun kelompok yang rentan terpapar radikalisme. Melalui studi kasus dan contoh-contoh nyata dampak paham radikalisme dan terorisme, para peserta diharapkan dapat tergugah untuk langsung tanggap mengambil langkah mengantisipasinya. Sestama menambahkan, tidak semua pemahaman radikalisme itu selalu negatif, namun diharapkan generasi muda memiliki pemahaman radikalisme yang positif.

“Akar permasalahan teroris mulai dari salah penafsiran ajaran agama, psikologi, ekonomi, dan lain-lainnya. Dasarnya radikal dan teroris itu bisa diselesaikan dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang soft approach, tidak perlu menggunakan kekerasan. Saya berharap generasi muda memiliki pemahaman radikalisme yang positif yakni radikalisme positif bela negara, tekun belajar, gotong royong, menjadi pemimpin visioner, karena nantinya kalian akan menjadi penerus perkembangan dan kemajuan bangsa ini,” ujar Sestama BNPT.

Sestama BNPT juga menjelaskan tugas pokok dan fungsi BNPT secara umum dalam hal penanggulangan terorisme. Lebih lanjut, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi juga menyampaikan capaian-capaian BNPT yang mencakup di tingkat nasional serta tingkat internasional dalam bidang penanggulangan terorisme seperti halnya pencapaian program sinergisitas BNPT yang sudah dilakukan di 3 Provinsi di Indonesia yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Provinsi Jawa Timur.

Sebelum menutup kuliah umumnya, Alumni Doktor FIA-UB, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi berpesan pada peserta agar belajar yang giat dan tekun menuntut ilmu agar wawasan pengetahuan mereka dapat mengikuti kemajuan di era 4.0 seperti saat ini.

Usai memberikan paparan, ratusan mahasiswa berkesempatan memberikan pertanyaan kepada Sestama BNPT. Melalui tanya jawab dan diskusi singkat tersebut, para mahasiswa baru dapat menyalurkan ide, pemikiran dan keresahan sebagai milenial dalam menghadapi isu radikal terorisme. Dan menyempatkan menandatangani buku Airmanship yang diberikan kepada peserta yang aktif bertanya. Disamping itu, Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si selaku Dosen dan Ketua Gov Lab FIA UB mengapresiasi kedatangan Sestama BNPT yang telah berbagi ilmu kepada mahasiswanya, yang diharapkan kelak dapat diterapkan dalam kehidupan mereka dan bisa menjadi garda terdepan untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme.

“Ini kegiatan yang sangat berharga bagi kami, terutama memberikan bekal pengetahuan yang memadai kepada mahasiswa baru di tahun ajaran baru ini karena bagaimanapun juga mereka akan menjadi mahasiswa dalam beberapa tahun ke depan, mereka menjadi penggerak utama pembaharuan pembangunan di dalam masyarakat, dan tentunya mereka akan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga bekal-bekal dasar pengetahuan dasar semula yang tidak diketahui atau terlalu awam atau bahkan simpang siur di media sosial sehingga nantinya dapat dipahami setelah mendapat penjelasan dari Pak Adang tadi,” ungkap Ketua Gov Lab FIA UB.