Tangkal Paham Radikal Terorisme di Lingkungan Kerja, Kepala BNPT Berikan Resonansi Kebangsaan dalam Culture Summit Bank Syariah Mandiri

Jakarta – PT. Bank Syariah Mandiri menyelenggarakan Culture Summit 2019 di Wisma Mandiri, Jakarta Pusat pada Rabu siang (21/8). Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Toni E.B. Subari mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. sebagai pembicara. Acara internal Bank Syariah Mandiri hari ini dihadiri oleh jajaran direksi pusat, kepala wilayah dari seluruh Indonesia, dan pegawai Bank Syariah Mandiri.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri menyambut hangat kehadiran Kepala BNPT. Dalam kata sambutannya, Toni E.B. Subari menyampaikan kesan positif terhadap paparan Kepala BNPT dalam acara Leadership Forum Bank Mandiri di Banyuwangi yang diadakan pada Juni lalu (21/6).

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, Bank Syariah Mandiri memiliki tantangan yang besar dalam menjalankan roda bisnisnya. Direktur Utama Bank Syariah Mandiri berharap paparan yang diberikan oleh Kepala BNPT dapat membawa manfaat yang besar bagi seluruh jajaran komisaris dan seluruh pekerja di lingkungan kerja Bank Syariah Mandiri.

“Pegawai Bank Syariah Mandiri ada sekitar 14.000 di seluruh Indonesia, saya harapkan seluruh jajaran mengawasi tiap anggotanya,” ungkap Direktur Utama Bank Syariah Mandiri.

Kepala BNPT memberikan paparan resonansi kebangsaan di hadapan 350 peserta. Mengawali paparan, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. menjelaskan bahwa terorisme merupakan masalah kebangsaan yang muncul karena pudarnya ingatan akan sejarah dan moral bangsa. Melalui fenomena ini, generasi milenial yang notabene tidak mendapatkan pendidikan moral, serta hidup di era globalisasi harus mendapat banyak perhatian.

Kepala BNPT menyampaikan generasi muda saat ini memiliki dua modal yakni potensi diri dan kemajuan teknologi. Sangat disayangkan apabila kedua modal tersebut tidak diiringi dengan moral yang baik.

Sebagai bentuk adaptasi perkembangan zaman, Bank Syariah Mandiri menggunakan teknologi untuk melebarkan sayapnya. Maka dari itu, Suhardi Alius menghimbau peserta yang hadir untuk menggunakan teknologi yang ada dengan kearifan dan kepedulian untuk kepentingan bangsa.

Lebih lanjut, Suhardi Alius yang merupakan mantan Kabareskrim menegaskan bahwa seluruh pimpinan di Bank Syariah Mandiri harus waspada dan peka terhadap hal-hal mencurigakan yang muncul di lingkungan kerja. Mantan Sekretaris Utama Lemhannas ini pun mendorong seluruh peserta untuk menjadi agent of change yang berani, berpikir out of the box, dan memiliki kemauan untuk membangun Bank Syariah Mandiri menjadi lembaga perbankan yang unggul dan berkontribusi untuk Indonesia.

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri berterima kasih atas paparan dan kepedulian Kepala BNPT untuk Bank Syariah Mandiri dan masyarakat. Dalam wawancara singkat tersebut, Toni E.B. Subari menyampaikan bahwa resonansi kebangsaan yang dibawakan oleh Kepala BNPT membuka wawasan keluarga besar Bank Syariah Mandiri mengenai kondisi aktual terkait radikal terorisme di Indonesia, serta solusi untuk mengatasinya.

“Ini memberi wawasan baru kepada kita semua khususnya keluarga besar Mandiri Syariah, bagaimana melihat ciri-ciri radikalisme, bagaimana dampaknya, dan banyak lagi. Yang paling penting untuk kami adalah kami mendapat poin penting, bahwa kami harus menjadi agent of change. Tadi saya sampaikan kepada pemimpin di Mandiri Syariah untuk menjadi agent of change ke seluruh timnya di Indonesia,” ujar Toni E.B. Subari.

“Bagaimana teman-teman disini bisa menjadi agent of change, bisa mengdentifikasi bagaimana melihat situasi di sekitarnya, dan bisa menjadi salah satu agen yang bisa mencegah, sehingga muncul kewaspadaan dan bisa menjadi satu perusahaan yang orientasi pemerintah yang bisa menjaga dari paham-paham intoleran dan bisa berkiprah terus untuk kepentingan bangsa dan negara,” ucap Kepala BNPT seusai acara.

This post was last modified on August 21, 2019, 7:49 pm