Sentul – Peningkatan kualitas dan mutu Reformasi dan Birokrasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sebagai bagian dari pemerintah harus terus terjaga dengan baik. BNPT yang menjadi stake holder pemerintah dalam urusan penanggulangan terorisme harus mampu menunjukkan peningkatan mutu dan kualitas Reformasi dan Birokrasi.

Peningkatan mutu dan kualitas Reformasi dan Birokrasi BNPT dibuktikan dengan mengundang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Bertempat di Kantor Sentul BNPT, pada Kamis (30/8) kunjungan Kemenpan-RB diawali dengan entry meeting.

Kunjungan pejabat dan pegawai Kemenpan-RB tersebut disambut oleh Sekretaris Utama BNPT Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T. M.M., Deputi I BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Deputi II BNPT Irjen Pol. Hamidin dan Inspektur BNPT Dr. Amrizal, M.M.

Kunjungan Kemenpan-RB tersebut bertujuan untuk melakukan assesment terhadap akuntabilitas kinerja dan reformasi birokrasi BNPT. Tim Kemenpan-RB yang hadir dipimpin oleh Bapak Kamaruddin, Asisten Deputi Wilayah 1 Kemenpan-RB.

Memulai kunjungan, Sestama BNPT memberikan paparan singkat terkait BNPT yang meliputi struktur, tupoksi dan peran BNPT. Selain hal-hal tersebut, Dr. A. Adang Supriyadi menjelaskan lebih lanjut mengenai kebijakan, strategi dan program yang telah sukses diselenggarakan BNPT serta yang sedang dilakukan saat ini seperti program Deradikalisasi dan Sinergisitas K/L.

Dalam menyambut kedatangan Kemenpan-RB, Sestama BNPT mengatakan telah mempersiapkan produk-produk BNPT untuk mendukung kebutuhan assesment tim Kemenpan-RB.

“Kami sudah menyiapkan Rencana Aksi Nasional (RAN), timeline kegiatan, dan pohon kinerja BNPT. Kami harap hal ini dapat mempermudah kerja Tim Kemenpan-RB,” ujar lulusan akademi AAU 1985 tersebut.

Usai menerima paparan dari Sestama BNPT, Ketua Tim Kemenpan-RB tersebut menyampaikan apresiasi atas kinerja BNPT dalam menanggulangi terorisme. Menurutnya, peningkatan Reformasi Birokrasi di lingkungan BNPT dapat menekan angka terorisme dan radikalisme.

“Kunjungan ini juga menumbuhkan kesadaran bagi kami perlunya penanggulangan terorisme. Kalau kualitas RB BNPT meningkat, faktor penyebab radikalisme sepertinya bisa menurun. Tim kami berharap dukungan dalam melaksanakan assessment dan evaluasi. Selain to assess, kami di sini juga to assist, jadi mari kalau ada yang perlu dan bisa diperbaiki, kita perbaiki, karna kami juga ingin memberikan nilai tambah untuk BNPT,” ujar Kamaruddin.

Kunjungan dilanjutkan dengan melaksanakan penilaian akuntabilitas kinerja BNPT. Penilaian tersebut dilakukan dengan melaksanakan survey, wawancara, diskusi, pengecekan serta observasi. Penilaian tersebut dimulai dengan melakukan survey terhadap 100 pegawai dan pejabat BNPT.