Jakarta – Upaya BNPT dalam menanggulangi terorisme tak luput dari menggandeng berbagai instansi Pemerintah Republik Indonesia, salah satunya ialah stakeholder bidang pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kali ini, BNPT menggandeng TNI Republik Indonesia mengemas sinergitas dan kerja sama antara keduanya dalam sebuah nota kesepahaman.

Bertempat di Ruang Hening, Gedung Soedirman Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada Senin (29/10) pagi, Nota Kesepahaman ditandatangani. Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. yang hadir menandatangni nota kesepahaman turut didampingi oleh Sekretaris Utama Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M., Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Brigjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dan Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum.

Sebelum memasuki penandatanganan Nota Kesepahaman, Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H., menerima penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Dharma. Penganugerahan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 112/TK/Tahun 2018 tanggal 24 September 2018. Penyematan Tanda Kehormatan tersebut dilaksanakan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto S.I.P.

Usai Penganugerahan, acara dilanjutkan dalam sesi penandatanganan nota kesepahaman. Nota Kesepahaman antara BNPT dan TNI dengan nomor HK.02.00/21/2018 tersebut ditandatangi oleh Kepala BNPT dan Panglima TNI.  Ruang lingkup Nota Kesepahaman tersebut meliputi:

  1. Pertukaran data dan/atau informasi;
  2. Kontra radikalisasi dan deradikalisasi;
  3. Peningkatan kompetensi dan pemanfaatan sumber daya manusia;
  4. Pemanfaatan sarana dan prasarana;
  5. Kegiatan lain yang disepakati oleh para pihak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam sambutannya Kepala BNPT mengatakan sebagai lembaga yang diamanahkan UU No. 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorisme, merasa bangga dan semakin yakin dalam mewujudkan cita-cita mereduksi terorisme dengan bersinerginya BNPT dengan TNI. Meski bukan kali pertama bekerja sama dan menerima bantuan dari TNI, hal ini semakin memperkuat kedudukan kerja sama antara kedua instansi dan lembaga tersebut.

“Implementasi kerja sama akan semakin kuat dengan UU yang baru disahkan tahun ini untuk hal penanggulangan terorisme. Dengan TNI kita sudah lama kerja sama, karena Sestama dan Deputi BNPT berasal dari Instansi TNI, ini semakin memperkuat pelangi BNPT yang kaya Kementerian, Instansi dan Lembaga,” ujar Kepala BNPT.

Dalam sambutannya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan BNPT merupakan upaya penting. Hal ini dikarenakan tidak luputnya suatu kegiatan atau kehidupan sehari-hari dari ancaman radikal terorisme.

“Melalui Undang-Undang No. 5 Tahun 2018, TNI juga tengah memproses tata cara urusan untuk mengamanatkannya. BNPT sebagai lembaga negarayang berkemampuan khusus terkait penanggulangan terorisme perlu diapresiasi dalam hal pengamanan, seperti pada Asean Games XVIIII Tahun 2018 yang lalu,” ujar Panglima TNI.

Terkait penganugerahan Bintang Dharma, Kepala BNPT mengapresiasi kehormatan yang diberikan oleh TNI. Sebagai warga di luar lingkungan TNI, Mantan Sestama Lemhannas tersebut mengatakan pengaugerahan tanda kehormatan dapat membangkitkan nilai-nilai TNI di luar Instansi TNI.

“Di BNPT ada pelangi dari multi institusi, TNI, Polri dan Kementerian lainnya, pelangi inilah yang dapat memperkuat sinergi penanggulangan terorisme,” tutup Drs. Suhardi Alius.