Bima – Program Sinergisitas Antar 36 Kementerian/Lembaga yang dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menjadi salah satu upaya meningkatkan daya tangkal masyarakat untuk mengantisipasi bahaya radikalisme dan terorisme. Program ini telah tersebar di tiga wilayah sasaran di Indonesia yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Jawa Timur.

Program inisiasi BNPT ini dapat menjadi salah satu contoh program lintas sektoral yang efektif karena pelibatan sinergi seluruh K/L, sehingga permasalahan radikalisme dan terorisme dapat ditangani secara efisien dan menyentuh masyarakat secara langsung. Hal ini sebagai wujud nyata negara hadir untuk mengatasi permasalahan radikalisme dan terorisme dengan menyeluruh dari hulu ke hilir.

Bertepatan dengan kegiatan upacara bendera memperingati HUT RI Ke-74 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Madinah, Bima, Nusa Tenggara Barat (17/08) , diadakan sesi penyerahan secara simbolis bantuan dari Kementerian PUPR berupa renovasi rumah yang biasanya dilaksanakan melalui program PUPR yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), yang salah satu penerima manfaatnya merupakan mantan napiter dan keluarganya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Alquran secara simbolis yang diberikan Kementerian Agama RI kepada 5 perwakilan Pondok Pesantren di wilayah Bima itu, di yaitu Ponpes Al Ikhlas Donggo, Ponpes Al Madinah, Ponpes Al Amien, Ponpes Al Anwari, dan Ponpes Usman Bin Affan. Sedangkan ada perwakilan dari dua Gereja dari Desa Donggo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima yang menerima bantuan berupa Alkitab. Diharapkan dengan diberikannya bantuan dari Kementerian yang tergabung dalam Sinergisitas 36 K/L, para penerima manfaat khususnya para tokoh agama dapat menciptakan dan mempererat kerukunan di tengah narasi intoleransi yang marak terdengar akhir-akhir ini.

Sementara itu, Ignasius Ismail, S.Ag. selaku perwakilan dari Gereja Katolik di Kecamatan Donggo, berterimakasih atas bantuan Alkitab yang diberikan serta kemudian menyampaikan pesan bahwa nilai-nilai persatuan tercermin kuat pada rangkaian kegiatan kali ini karena dihadiri oleh komponen masyarakat yang memiliki latar belakang beragam. “Saya melihat momen yang sangat berharga hari ini. Kami baru pertama kali mendapatkan bantuan berupa Alkitab. Kegiatan ini sangat berarti bagi kami, ini baru terjadi mengumpulkan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan organisasi-organisasi masyarakat,” ujar Ignasius Ismail, S.Ag.

“Ini adalah langkah awal untuk membangun Indonesia yang kita cintai. Harapan kami kedepan, kalau bisa momen-momen seperti ini dapat diulang kembali, karena ini merupakan momen silaturahmi yg sangat berarti bagi kami di Kabupaten Bima ini. Walaupun berbeda-beda kita tetap membina kerukunan, persatuan dan kesatuan. Karena persatuan tidak hanya bisa dibangun oleh sekelompok golongan tetapi harus melibatkan semua orang. Tanpa kita bersatu bersama, Indonesia tidak akan kuat,” ujar Ignasius Ismail, S.Ag, menambahkan.

Ditemui usai acara, Sestama BNPT kemudian menekankan kembali akan tujuan sinergisitas K/L dan upaya untuk berkontribusi secara nyata melalui implementasi program-program Sinergisitas di Provinsi Nusa Tenggara Barat. “Khususnya akan berdampak jika ada Kementerian dan Lembaga yang segera datang kesini agar dapat melihat apa saja yang perlu kita bantu atau berikan. Mudah-mudahan ini berlanjut sampai kapanpun karena mau tidak mau, sentuhan secara fisik melalui pembangunan infrastruktur itu penting kalau saya lihat disini. Dan ini semua kita buktikan dengan nyata, tidak hanya bicara sana sini,” tegas Sestama BNPT.

Sekretaris Utama BNPT kemudian menyampaikan terimakasih kepada para Menteri dari beberapa kementerian yang telah bergabung dan mendukung secara tulus dan ikhlas dalam Sinergisitas K/L. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada para Menteri yang termasuk dalam 36 Kementerian dan Lembaga yang telah membantu. Baik itu rumah susun maupun perbaikan jalan, semoga ini bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya Pondok Pesantren di seluruh Bima. 20-30 tahun lagi kita lihat, apa ada champions yang unggul dan kelak menjadi pemimpin dari sini. Harapan saya supaya kedepannya santriwan santriwati dapat tumbuh membangun negaranya. Ini tugas nyata kita semua, tapi dengan ini kita buktikan bahwa K/L siap bisa hadir dan membantu,” ujar Marsda TNI Dr. Adang Supriyadi.